PASURUAN, Pagiterkini.Com – Dugaan kembali beroperasinya jaringan distribusi solar subsidi ilegal yang melibatkan mantan residivis berinisial HW diungkap oleh seorang mantan sopir truk tangki biru putih PT Sri Karya Lintasindo. Ia membeberkan modus pengambilan hingga distribusi BBM yang diduga berjalan secara terorganisir.
Menurutnya, pengambilan solar dilakukan dari sejumlah titik penampungan (lapak) di berbagai daerah, termasuk wilayah Malang, yang diduga berada di bawah kendali pihak tertentu (oknum loreng).
“HW ngambilnya di lapak, salah satunya di Malang. Lokasinya diduga milik oknum berseragam. Soal atensi bulanan, dipastikan ada,” ujarnya.
Ia menegaskan, aktivitas tersebut tidak dilakukan secara sendiri. Jaringan yang terlibat diduga melibatkan berbagai pihak, termasuk dugaan oknum aparat, guna memastikan operasional berjalan aman.
“Bukan sendiri. Ada banyak pihak yang terlibat untuk mengamankan jalannya distribusi, solar,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa setiap pengiriman menggunakan truk tangki diduga mendapat pengawalan. Hal itu dilakukan karena distribusi dilakukan tanpa dokumen resmi.
“Setiap perjalanan ada yang mengawal. Dokumen seperti L.O dan D.O tidak ada, jadi ini jelas ilegal,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, nama HW kembali mencuat sebagai pihak yang diduga mengendalikan jaringan dari balik layar. Jika pada kasus sebelumnya terlibat langsung, kini HW disebut mengatur pengumpulan hingga distribusi melalui orang-orang kepercayaannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, solar subsidi dikumpulkan dari sejumlah SPBU menggunakan jerigen dan kendaraan kecil. Selanjutnya, BBM ditampung di titik tertentu sebelum diangkut menggunakan truk tangki untuk disalurkan ke sektor industri.
Jaringan ini diduga memiliki sistem distribusi berlapis dan menjangkau sejumlah wilayah di Jawa Timur, mulai dari Malang, Jember, Banyuwangi hingga Probolinggo. Salah satu lokasi penampungannya berada di Desa Curahtulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Sementara itu, saat dikonfirmasi pada Jumat (10/04/2026), HW tidak memberikan tanggapan terkait dugaan keterlibatannya dalam praktik distribusi solar subsidi ilegal tersebut, “ada apa”? (irw/ml)




















Tinggalkan Balasan