Pasuruan, Pagiterkini.com – Dugaan rekayasa dalam pelaporan kasus kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan Samsudin (44), warga Dusun Karangjati, Desa Karang Jatianyar, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan meninggal dunia usai dirawat di RS setempat selama sepekan, saksi pelaporan angkat bicara.
Peristiwa yang terjadi di perbatasan Desa Bakalan dan Desa Sukodermo, Kecamatan Purwosari, pada Selasa (1/7/2026) sekitar pukul 23.30 WIB itu diduga bukan kecelakaan tunggal sebagaimana dilaporkan, melainkan melibatkan dua sepeda motor.
Salah satu saksi mengaku, tidak mengetahui adanya dugaan penggiringan narasi agar peristiwa tersebut dicatat sebagai kecelakaan tunggal. Ia menegaskan, dirinya bukan saksi mata karena baru datang ke RS sekitar jam 02.00 wib, setelah dihubungi oleh seseorang. Namun, ia mengaku kemudian diminta menjadi pelapor oleh seseorang tersebut.
“Saya tidak tahu soal kejadiannya. Saya hanya dihubungi dan langsung datang ke RS Prima Husada. Setelah sampai, saya sempat di kedipin mata oleh Pak Kasun, saat tanya kejadian sebenarnya,” ucap saksi kepada Pagiterkini.com, Sabtu (11/7/2026).
Ia mengaku heran, mengapa peristiwa tersebut kemudian dilaporkan sebagai kecelakaan tunggal. Menurutnya, penyampaian laporan itu diarahkan oleh kepala dusun (Kasun).
“Soal laporan kecelakaan tunggal itu semua yang mengarahkan dari Pak Kasun. Saya hanya mengikuti, karena dari awal memang tidak tahu persis kejadiannya. Padahal, yang saya dengar ada dua motor. Mungkin ada hubungan saudara atau alasan lain, saya benar-benar tidak tahu sampai akhirnya seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dusun RST (inisial), saat dikonfirmasi Pagiterkini.com terkait dugaan penggiringan informasi tersebut belum memberikan tanggapan, meski tanda whatsap centang dua.
Diberitakan sebelumnya, meninggalnya Samsudin, warga Dusun Karangjati, Desa Karang Jatianyar, Kecamatan Wonorejo, tak lantas mengakhiri penderitaan keluarganya.
Di tengah duka kehilangan, keluarga kini harus berjuang memperoleh santunan Jasa Raharja yang belum bisa dicairkan karena kecelakaan yang merenggut nyawa korban dilaporkan sebagai kecelakaan tunggal.
Samsudin mengembuskan napas terakhir pada Rabu (08/7/2026), setelah menjalani perawatan intensif selama sepekan di ruang ICU RS Prima Husada akibat luka berat yang dideritanya dalam kecelakaan lalu lintas.
(Mal)













Tinggalkan Balasan