PASURUAN, PAGITERKINI.COM – Delapan tahun sudah warga Desa Kedungbanteng, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, hidup berdampingan dengan jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki.

Jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 3 kilometer itu kini ibarat nadi terputus, menyulitkan warga dalam aktivitas harian, terlebih anak-anak sekolah yang setiap hari harus berjibaku dengan debu dan jalan berlubang.

Keluhan ini akhirnya kembali mencuat. Warga dengan penuh harap memohon kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, agar turun tangan langsung menuntaskan persoalan yang seolah dibiarkan menggantung sejak 2017.

“Kasihan anak sekolah, kena debu dari jalan yang rusak. Kami mohon perbaikan segera,” ujar Paula, salah seorang warga, Jumat (15/08/2025).

Pantauan awak media di lokasi memperlihatkan kondisi jalan yang sungguh memprihatinkan. Lubang-lubang besar membentang hampir di sepanjang 3 km, ditambah lapisan debu tebal yang berterbangan saat kendaraan melintas. Warga mengaku, jalan tersebut sudah berkali-kali dikeluhkan, namun janji perbaikan tak pernah terealisasi.

PJ Kepala Desa Kedungbanteng, Ilham, saat dikonfirmasi, mengaku pihak desa sudah menempuh langkah resmi dengan mengirimkan surat permohonan perbaikan jalan sejak 2023. Namun, surat itu seperti hilang tanpa kabar.

“Jalan tersebut merupakan kewenangan kabupaten. Kami sudah mengajukan surat, tetapi belum ada tindak lanjut,” jelas Ilham melalui pesan WhatsApp.

Kini, warga hanya bisa menggantungkan asa pada Gubernur Khofifah. Mereka berharap pemimpin Jawa Timur itu berkenan mendengar jeritan rakyat kecil yang lelah menanti jalan layak dilalui. Karena bagi mereka, jalan bukan sekadar fasilitas, melainkan urat nadi kehidupan desa yang selama ini terabaikan.

(huri/mal)