PASURUAN, PAGITERKINI.COM – Air sungai yang berubah menjadi hitam pekat di wilayah Dusun Wangi hingga Dusun Prapen, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, memunculkan dugaan pencemaran lingkungan.
Warga meminta sumber perubahan warna air tersebut segera diusut, termasuk kemungkinan adanya pembuangan limbah dari aktivitas perusahaan di sekitar aliran sungai.
Pantauan di lapangan, Senin (02/11/2026), menunjukkan kondisi air sungai menghitam di sepanjang aliran sungai. Perubahan warna terlihat mulai dari sekitar jembatan tol, melintasi Dusun Wangi dan Dusun Prapen, hingga kawasan jembatan Tanggul.
Seorang warga mengatakan, perubahan warna air mulai terlihat sejak pagi. Ia menduga aliran yang menghitam berasal dari sebelah timur jembatan tol Dusun Wangi.
“Bukan menuduh pak ya. Dari sini airnya hitam. Bukan dari perusahaan di barat. Ini kan pas dengan pabrik teh gelas, ditimurnya ada pabrik tanggo. Misalkan air hitam ini dari barat, bisa jadi dari perusahaan yang ada di Sumberejo,” ujarnya, dan ia meminta identitasnya tidak disebutkan di media ini.
Ia menambahkan, dugaan tersebut muncul karena perubahan warna air terlihat bersamaan dengan turunnya hujan pada pagi hari. Kondisi itu memunculkan kecurigaan adanya kemungkinan pembuangan limbah yang bertepatan dengan hujan.
“Karna tadi pagi hujan walau tidak deras. Mungkin limbahnya dibuang agar dikira air hujan,” tambahnya.
Kecurigaan warga turut menjadi perhatian setelah seorang petugas keamanan perusahaan Tanggo menghampiri awak media yang sedang melakukan dokumentasi. Petugas tersebut menduga kondisi air menghitam karna hujan pagi ini.
“Mungkin karna tadi hujan mas, airnya malah hitam,” kata petugas keamanan tersebut.
Namun, penjelasan itu mendapat tanggapan berbeda dari warga lainnya. Samiri menilai, warna air yang hitam pekat tidak masuk akal jika hanya disebabkan oleh hujan maupun banjir.
“Airnya hitam kok air banjir. Kalau air banjir jelas coklat keruh mas,” tegas Samiri.
Lebih lanjut, situasi di lokasi berkembang setelah sejumlah orang datang untuk memantau kondisi sungai sekaligus mengambil sampel air. Salah seorang di antaranya mengaku dari salah satu perusahaan.
Ia menjelaskan, pengambilan sampel tersebut merupakan bagian dari pemantauan rutin kualitas air yang dilakukan setiap enam bulan sekali. Namun, ia menegaskan kegiatan itu tidak berkaitan dengan dugaan pembuangan limbah maupun perubahan warna air yang sedang menjadi perbincangan warga.
“Kami tidak ada hubungannya dengan air hitam mas, kami hanya pemantauan apalagi limbah. Nanti juga laporkan ada apa saja dikandungan air ini. Dan Kami setiap 6 bulan sekali memang mengecek air. Tapi saat ini tidak ada hubungannya dengan air hitam atau limbah,” ujarnya saat mengambil sampel air.
Warga mendesak DLH dan aparat penegak hukum segera turun tangan. Jika ditemukan bukti pencemaran atau pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya melalukan konfirmasi kepada kedua perusahaan terkait warna air hitam pekat tersebut.(Zan/tim)















Tinggalkan Balasan