Baca Juga:

PASURUAN, Pagiterkini.com – Polemik bau busuk yang diduga berasal dari aktivitas PT Indolakto Purwosari kembali memanas. Setelah berulang kali diberitakan tanpa ada respons jelas, kini mencuat isu baru, munculnya nama YD, seorang pemilik media, yang diduga kuat berperan sebagai “pengaman” sejumlah media agar tidak memberitakan persoalan limbah perusahaan pengolahan susu tersebut.

Informasi yang beredar menyebutkan, pihak manajemen Indolakto sempat menggelar pertemuan dengan YD di kediamannya. Meski belum jelas apa yang dibicarakan, kabar ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Apalagi, hingga kini Indolakto terkesan menutup mata atas keluhan warga, padahal rencana aksi demonstrasi sudah santer terdengar.

Video YouTube

Baca Juga :
Dari Wilayah 3T hingga Hilirisasi Sampah, Kapolri Paparkan Agenda Polri 2026

Sikap bungkam juga ditunjukkan oleh Manajer PT Indolakto, Yasman, saat dikonfirmasi soal dugaan pembuangan limbah ke saluran irigasi di depan pabrik. Diamnya pihak manajemen justru memperkuat kesan adanya pembiaran, sementara bau menyengat terus mencemari lingkungan. Kondisi ini memicu gelombang komentar pedas dari netizen, terutama di TikTok, yang menilai kesabaran warga Purwosari benar-benar diuji.

Ironisnya, sikap bungkam manajemen pabrik seolah diikuti oleh Ainul, Kabid Pengawasan dan Penegakan DLH Provinsi Jawa Timur. Hingga kini, Jumat (20/09) ia enggan memberikan jawaban, sehingga menimbulkan kesan lembaga pengawas lingkungan pun abai terhadap kesehatan masyarakat.

Sementara itu, YD saat dikonfirmasi mengenai dugaan pertemuan dengan pihak Indolakto, memilih berkelit. Ia mengaku tidak tahu menahu soal pemberitaan yang mengaitkan dirinya.

Baca Juga :
AMI Ultimatum Kanwil PAS Jatim, Reformasi atau Gelombang Aksi!

“Saya tidak paham, dan saya no komen. Gak paham apa maksudnya,” ujarnya singkat saat ditanya Pagiterkini.com, Rabu (17/09).

Pada hari yang sama, sejumlah warga berinisiatif turun langsung ke lokasi yang diduga menjadi saluran pembuangan limbah susu PT Indolakto. Benar saja, di bawah jembatan penghubung jalan dan pabrik, tampak aliran deras yang menimbulkan bau menyengat.

“Saya bersama teman turun untuk membantu media ini agar tahu kondisi sebenarnya. Dan memang benar, pembuangan yang diduga limbah olahan susu itu langsung masuk ke saluran irigasi hingga menimbulkan bau tak sedap,” ujar salah satu warga yang meminta namanya dirahasiakan, saat setelah naik kepermukaan dan menghubungi media ini.

Ia menegaskan, bukti berupa foto dan video sudah didokumentasikan untuk memperkuat temuan tersebut. “Setelah melihat langsung, kami bersama warga lain sepakat akan menggelar aksi. Kapan waktunya, masih akan kami musyawarahkan,” tambahnya.

Baca Juga:

Sebelumnya, Ketua DPP P3MB, Mas Roni, juga menuding PT Indolakto lalai mengelola limbah. “Buktinya, berbulan-bulan tak ada pengangkutan limbah cair. Bau busuk di Purwosari bukti nyata pembuangan sembarangan. Ini kelalaian fatal, dan jika dibiarkan kami akan lawan dengan aksi besar-besaran,” tegasnya.

(Mal/Kuh)