Baca Juga:

Pasuruan, PagiterKini.Com – Dukungan terhadap program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat. Di Kecamatan Grati, Yayasan Berkah Sehat Nusantara resmi mengoperasikan dapur SPPG yang berlokasi di Desa Cukurgondang, Kamis (12/02/2026).

Fasilitas tersebut disiapkan untuk menjangkau sekitar 2.200 penerima manfaat, meliputi pelajar, ibu hamil, serta balita yang menjadi kelompok prioritas dalam program peningkatan gizi nasional.

Penanggung jawab SPPG Kecamatan Grati, Cornia Insani, menyampaikan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor. Ia menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci agar pelaksanaan berjalan akuntabel dan tepat sasaran.

Baca Juga :

Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam proses pengawasan. Karena itu, pihaknya membuka akses komunikasi seluas mungkin bagi warga, khususnya di Desa Cukurgondang dan wilayah Grati secara umum.

“Kami mengundang masyarakat untuk menyampaikan kritik maupun saran. Transparansi dan partisipasi publik adalah bagian dari upaya menjaga kualitas program ini,” ungkapnya.

Ia pun mendorong seluruh unsur, baik pemerintah desa, tokoh masyarakat, maupun warga, untuk turut memberi masukan konstruktif demi memastikan program berjalan tanpa kendala berarti.

Baca Juga :

Di sisi lain, Ketua Yayasan Berkah Sehat Nusantara, Anjar Supriyanto, yang mengelola dapur MBG di Dusun Krajan I, menegaskan bahwa proses produksi dilakukan sesuai standar operasional yang berlaku.

Ia menjelaskan bahwa dapur telah dipasang 16 unit kamera pengawas guna memantau seluruh aktivitas produksi. Selain itu, peralatan yang digunakan berbahan stainless steel untuk menjamin kebersihan serta keamanan makanan.

Anjar juga memastikan seluruh fasilitas merupakan milik yayasan sendiri, bukan hasil kerja sama pinjam pakai. Tenaga relawan yang dilibatkan pun berasal dari warga sekitar sebagai bentuk pemberdayaan lokal.

Menanggapi isu dugaan keracunan makanan yang sempat beredar di media sosial, ia menekankan bahwa sistem pengawasan internal diterapkan secara ketat mulai dari tahap pengolahan hingga distribusi.

Baca Juga:

“Kami bekerja berdasarkan SOP yang jelas. Dengan pengendalian mutu yang disiplin dan pengawasan berlapis, potensi risiko dapat diminimalkan,” tegasnya.

Sebagai langkah menjaga keterbukaan, pengelola menyediakan kesempatan bagi masyarakat maupun penerima manfaat untuk melihat langsung proses produksi melalui mekanisme koordinasi yang telah ditetapkan.

Ia berharap, dengan komunikasi yang terjaga dan pengawasan bersama, program MBG mampu memberi kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas asupan gizi masyarakat di Kecamatan Grati. (MaL/Zaq)