PASURUAN, Pagiterkini.Com – Fakta baru kembali terungkap dalam kasus penembakan terhadap penjaga villa di Lingkungan Pesanggrahan, kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Korban dan sejumlah saksi menyebut pelaku diduga telah lama meneror tamu maupun pekerja villa dengan menenteng senjata jenis airsoft gun serta kerap mengaku sebagai “oknum”.
Keterangan ini memperkuat dugaan bahwa aksi penembakan terhadap Supardi (44) bukan peristiwa spontan. Sejumlah saksi menyebut tindakan tersebut merupakan bagian dari kebiasaan intimidasi yang telah berulang terjadi di kawasan wisata Tretes.
Menurut Supardi, sosok pria bertubuh besar itu kerap menunjukkan airsoft gun setiap kali muncul komplain dari tamu yang menggunakan jasa anak buahnya.
“Hampir kebanyakan penjaga villa yang tamunya komplain setelah memakai jasa anak buahnya, selalu ditakut-takuti dengan airsoft gun,” ungkap Supardi, Minggu (19/04/2026).
Tak hanya itu, pelaku juga diduga kerap membangun kesan seolah dirinya bagian dari aparat untuk menekan psikologis pekerja maupun tamu. Gaya berpakaian yang identik dengan jaket dan topi, serta sikap tubuh yang intimidatif, diduga digunakan untuk memperkuat klaim tersebut.
“Dia sering mengaku sebagai oknum. Gayanya pakai jaket, topi, badan tinggi tegap. Setiap ada komplain, selalu menakut-nakuti seperti itu,” tegas Supardi.
Kesaksian yang sama disampaikan saksi lain yang enggan disebutkan identitasnya. Ia mengaku anak buahnya juga pernah mengalami intimidasi saat tamu menyampaikan keluhan atas layanan yang diberikan.
“Bukan cuma satu korban. Anak buah saya juga pernah mengalami. Setiap ada tamu komplain, dia selalu membawa senjata itu supaya orang takut dan memilih diam,” ujarnya.
Informasi lain dari warga sekitar menyebut pria bertubuh kekar tersebut juga sering secara sengaja meletakkan airsoft gun di atas meja di hadapan tamu. Tindakan itu diduga dilakukan sebagai bentuk tekanan terbuka agar tidak ada pihak yang berani menyampaikan keberatan.
“Selain mengaku oknum, orang itu juga sering menaruh airsoft gun di atas meja. Bahkan sering diperlihatkan ke semua orang,” ungkap salah satu warga.
Seperti diberitakan sebelumnya, Supardi menjadi korban penembakan dari jarak dekat. Hingga saat ini, dua proyektil menyerupai logam dilaporkan masih bersarang di tubuh korban dan menjadi bukti kuat insiden tersebut. (mal/red)












Tinggalkan Balasan