Pagiterkini.com, Pasuruan – Kinerja Subdit III Jatanras Polda Jawa Timur menuai dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak setelah satu per satu pelaku begal yang meresahkan masyarakat berhasil dibekuk.

Salah satu kasus yang sempat viral terjadi di kawasan wisata Bhakti Alam, Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Dalam pengungkapan tersebut, tim Jatanras Polda Jatim berhasil menangkap dua pelaku yang dikenal nekat dan brutal saat melancarkan aksinya.

Kedua pelaku diketahui merupakan warga setempat, yakni JF (19) warga Dusun Kemangi dan SA (25) warga Dusun Andong, Desa Ngembal, Kecamatan Tutur.

Peristiwa mencekam itu terjadi pada Sabtu (2/4) sekitar pukul 04.30 WIB di Jalan Raya Dusun Wadung, kawasan wisata Bhakti Alam. Korban, Ervira Devi Rismawanti, warga Buduran, Sidoarjo, saat itu tengah berboncengan bersama rekannya, Happy Nurcahyanti, dalam perjalanan menuju Bukit Premium, Desa Ngadirejo.

Aksi para pelaku sempat membuat masyarakat takut melintas di jalur tersebut, terutama pada malam hingga dini hari. Warga menilai para begal kini semakin nekat dan tidak lagi memiliki rasa takut terhadap hukum.

Menanggapi keberhasilan pengungkapan tersebut, Pimpinan Redaksi Pagiterkini.com, Kukuh Setya, yang akrab disapa Mas Kukuh, memberikan apresiasi penuh kepada tim Jatanras Polda Jatim yang dinilai bergerak cepat dalam memburu para pelaku kejahatan jalanan.

“Kami sangat mengapresiasi langkah tegas Jatanras Polda Jatim. Masyarakat butuh rasa aman, dan itu dibuktikan dengan tindakan nyata di lapangan. Para begal ini bukan lagi kriminal biasa, mereka sudah meneror masyarakat dan membahayakan nyawa,” tegas Kukuh. Minggu, (24/05)

Menurutnya, aksi begal saat ini semakin sadis dan brutal. Bahkan, pelaku tidak segan melukai korban demi merampas kendaraan maupun barang berharga.

“Kalau melawan petugas dan membahayakan masyarakat, jangan ragu tindak tegas di tempat. Negara tidak boleh kalah dengan preman jalanan. Jalan raya bukan arena teror bagi rakyat kecil yang mencari nafkah,” ujarnya.

Kukuh juga meminta aparat terus memburu jaringan pelaku begal hingga ke akar-akarnya agar masyarakat kembali merasa aman saat beraktivitas.

“Jangan beri ruang sedikit pun bagi begal di Jawa Timur. Tangkap, sikat, dan habisi mental kriminal mereka. Masyarakat sudah muak dengan aksi-aksi biadab yang membuat ibu-ibu, pelajar, hingga pekerja takut keluar rumah saat malam hari,” tambahnya.

Ia berharap keberhasilan Jatanras Polda Jatim menjadi peringatan keras bagi para pelaku kriminal bahwa aparat tidak akan tinggal diam terhadap aksi kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. (Mal)