Pasuruan, Pagiterkini.com – Polemik pemasangan sejumlah banner bernada kritik terhadap Kepala Desa Lebakrejo, Arimi, diduga mulai mengarah pada adanya pihak-pihak yang memanfaatkan situasi. Pasalnya, setelah dilakukan penelusuran dan klarifikasi, tidak seorang pun mengaku sebagai pihak yang memasang banner tersebut.
Menanggapi polemik itu, Kepala Desa Lebakrejo, Arimi menegaskan, bahwa ruas jalan yang menjadi kritikan warga merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Menurutnya, pemerintah desa telah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Itu jalan kabupaten. Kami dari pemerintah desa sudah mengusulkan melalui Musrenbang,” ujar Arimi melalui pesan WhatsApp, Selasa (7/7).
Arimi juga menyampaikan, bahwa pemerintah desa bersama jajaran Forkopimcam telah mengundang sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda untuk mengklarifikasi persoalan pemasangan banner tersebut.
Namun, tidak satu pun memenuhi undangan karena mengaku tidak mengetahui maupun tidak terlibat dalam pemasangan banner.
“Kami dari jajaran Forkopimcam sudah mengundang tokoh masyarakat dan pemuda. Namun tidak ada yang berkenan hadir karena merasa tidak pernah memasang banner tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses klarifikasi tersebut turut dihadiri aparat kepolisian. “Tadi juga dihadiri dari intel Polres Pasuruan,” tegas Arimi.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah banner berisi sindiran keras terhadap Kepala Desa Lebakrejo terpasang di beberapa titik di Dusun Banjiran. Banner tersebut memuat ungkapan kekecewaan warga yang menilai berbagai persoalan di desa, terutama kerusakan jalan, belum mendapat perhatian dan penanganan yang memadai.
Aksi itu memunculkan dugaan adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur. Namun, hingga kini identitas pihak yang memasang banner tersebut masih belum diketahui karena tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.
(Mal)













Tinggalkan Balasan