PASURUAN, PAGITERKINI.COM – Perubahan warna air sungai disertai bau kecut menyengat dikeluhkan warga Dusun Tudan prapen, Desa Kemiri Sewu, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Kondisi tersebut memicu dugaan adanya pembuangan limbah perusahaan ke aliran sungai di wilayah Dusun Wangi dan Dusun Keceling.

Warga mendapati perbedaan mencolok pada kondisi air sungai. Sebagian aliran terlihat bening, sedangkan aliran lainnya berubah keruh keputihan menyerupai susu dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Sugito, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai mengatakan, perubahan kondisi air tersebut bukan kali pertama menjadi perhatian masyarakat.

“Monggo sama-sama melihat, air yang dari aliran sungai Prigen bersih bening. Tapi lihat air didepan, tampak keruh memutih,” ujar Sugito saat menunjukkan kondisi sungai, Sabtu (7/11/2026).

Pria yang akrab disapa Ozan itu menduga, perubahan warna dan bau air berkaitan dengan aktivitas pembuangan limbah dari salah satu perusahaan di kawasan tersebut, yakni Tango.

Ia mengatakan, dugaan itu muncul lantaran warga mengetahui adanya saluran pipa yang di pendam diduga digunakan untuk mengalirkan limbah perusahaan menuju sungai.

“Ini bukan menuduh Pak ya. Yang jelas, sejumlah warga tau kalau air putih keruh apalagi bau kecut begini, warga menduga dari perusahaan tango,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ozan menjelaskan bahwa perbedaan kondisi air terlihat jelas pada pertemuan dua aliran sungai yang berasal dari arah berbeda.

Menurutnya, aliran dari sebelah barat yang berasal dari wilayah Prigen masih terlihat jernih. Sementara aliran dari arah utara tampak keruh keputihan seperti susu dan mengeluarkan bau kecut.

“Yang dari barat kan bening ini aliran dari Prigen Pak. Dan yang keruh putih seperti susu dan bau, itu dari sejumlah perusahaan yang ada di Dusun Wangi dan Dusun Keceling. Namun yang dikeluhkan warga saat ini, diduga kuat dari tango,” katanya.

Ia menambahkan, dugaan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan langsung terhadap sumber aliran dan saluran pembuangan di kawasan perusahaan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait keluhan warga dan dugaan pembuangan limbah tersebut, Destrianus selaku HRD PT Ultra Prima Abadi atau Tango belum memberikan keterangan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan dari pihak perusahaan mengenai dugaan tersebut. (Mal/Fau)