PASURUAN, Pagiterkini.com – Sorotan publik terhadap bau busuk yang berasal dari PT Indolakto Purwosari, rupanya tak membuat Yasman, manajer perusahaan tersebut gentar sedikit pun. Setiap kali dikonfirmasi Pagiterkini.com, Yasman memilih bungkam, seakan-akan diamnya adalah bentuk taring kekuasaan yang sulit ditembus.
Padahal, kasus bau menyengat yang kerap dirasakan warga sekitar sudah menjadi isu besar. Selain warga yang mulai gerah dan mengancam akan menggelar aksi demonstrasi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan pun turut menyoroti masalah ini. Namun, Yasman tetap tak bergeming, seakan ingin menunjukkan bahwa dirinya dan manajemen PT Indolakto adalah “pemain besar” yang tak mudah diganggu gugat.
Kemarahan warga ternyata tak berdiri sendiri. Sejumlah pentolan LSM di Pasuruan Raya ikut mengecam keras dugaan pencemaran udara tersebut. Bahkan, komentar netizen di jagat TikTok tak kalah pedas. Mereka secara terang-terangan menuding Indolakto Purwosari sebagai biang kerok dari bau busuk yang setiap hari menghantui warga Purwosari dan sekitarnya.
Kabar terbaru menyebutkan, Yasman diduga kuat tengah berkoordinasi dengan sejumlah media. Bahkan, berhembus isu bahwa manajemen Indolakto baru saja menggelar pertemuan dengan aparat. Namun, isi pembahasan dan tujuan pertemuan itu hingga kini masih misterius.
Sementara itu, Pimpinan Redaksi Pagiterkini.com, Kukuh Setya, menegaskan sikapnya yang keras. Ia menilai, bungkamnya Yasman bukanlah alasan untuk menghentikan suara media.
“Tujuan kami jelas, sebagai media dan kontrol sosial, kami hadir untuk menyuarakan aspirasi warga yang saat ini dikepung bau busuk sejak lama. Bahkan, dugaan kuat mengarah pada limbah PT Indolakto yang dibuang sembarangan tanpa proses yang jelas,” tegas Kukuh, Senin (28/9).
Ia menambahkan, sejak pemberitaan ini berulang kali tayang, dukungan terus mengalir. Tak hanya dari warga, tapi juga dari DLH Kabupaten Pasuruan, serta para tokoh LSM yang peduli dengan kondisi lingkungan.
“Maka dari itu, kami akan melanjutkan koordinasi hingga ke tingkat DLH Provinsi. Beberapa waktu lalu sudah kami konfirmasi, namun memang belum ada tanggapan. Tapi kami tidak akan berhenti,” lanjutnya.
Menurutnya, persoalan bau menyengat ini sudah sangat berbahaya. Setiap hari, warga Purwosari, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak, harus menghirup udara tak layak yang berpotensi merusak kesehatan.
“Kita belum tahu kandungan apa yang sebenarnya ada di dalam bau tersebut. Tapi yang pasti, saya sebagai Pimpinan Redaksi dan mewakili seluruh wartawan kami di lapangan, tidak akan diam menghadapi persoalan ini,” pungkasnya.
(mal/kuh)












Tinggalkan Balasan