Baca Juga:
Geger Jelang Lebaran! Ratusan Buruh Geruduk Balai Desa Sambisirah Soal THR

PASURUAN, Pagiterkini.com – Kritik terhadap gelaran Karnaval HUT RI ke-80 di Desa Oro-oro Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, beberapa waktu lalu terus bergulir. Setelah sebelumnya banyak keluhan warga terkait kemacetan dan dentuman sound horeg yang menggema hingga larut malam, kini muncul desakan agar evaluasi menyeluruh segera dilakukan untuk tahun berikutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, karnaval yang berlangsung sejak Sabtu malam (6/9) hingga Minggu (7/9) menyebabkan kemacetan panjang di jalur utama Bangil–Sukorejo. Ribuan warga memadati jalan tanpa adanya pengaturan lalu lintas yang memadai. Akibatnya, antrian kendaraan mengular hampir satu kilometer, bahkan sebuah ambulans yang tengah membawa pasien sempat terjebak di tengah kerumunan.

Sorotan warga berdatangan setelah muncul insiden seorang anak kecil yang ikut dalam karnaval diduga kelelahan hingga tak sadarkan diri. Korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Baca Juga :

“Ini bukan sekedar soal hiburan, tetapi soal keselamatan. Panitia seharusnya lebih peka,” ungkap salah satu warga. Jumat (12/9)

Selain itu, keluhan juga ramai bermunculan di media sosial facebook. Akun @banana menulis bahwa temannya tidak bisa pulang karena jalan tertutup pengunjung. Sementara akun @safire menyampaikan kritik dengan nada menyindir, “Semoga tahun depan tambah ruwet. Debunya luar biasa, bikin warga sekitar geram.”

Masyarakat menilai acara tersebut tidak mencerminkan esensi peringatan Hari Kemerdekaan. Alih-alih menghadirkan semangat kebersamaan dan nasionalisme, pelaksanaan justru dinilai meresahkan.

“Acara ini tidak nyaman sama sekali, semrawut, dan membebani warga sekitar,” keluh warga.

Tokoh masyarakat setempat pun angkat bicara. Menurutnya, jika tidak ada perbaikan serius, karnaval tahun depan akan terus menuai polemik.

“Peringatan HUT RI seharusnya menjadi kebanggaan, bukan malah mempermalukan desa dengan penyelenggaraan yang amburadul,” tegasnya.

(akbar/mal/kuh)