PASURUAN, PAGITERKINI.COM – Rangkaian peringatan Milad ke-289 Pondok Pesantren Sidogiri yang bertepatan dengan Ikhtibar Madrasah Miftahul Ulum (MMU) ke-90 diwarnai dengan gelaran Sidogiri Offroad Expedition (SOE) 4. Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Pondok Pesantren Sidogiri, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, dan berlangsung meriah.
Ajang otomotif tahunan yang kini memasuki edisi keempat tersebut berhasil menarik ratusan pecinta offroad dari berbagai daerah di Indonesia. Tercatat sebanyak 214 offroader ambil bagian, terbagi dalam Kelas Extreme dan Kelas Fun 4×4.
Peserta datang tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi juga dari wilayah-wilayah yang cukup jauh. “Peserta terjauh ada yang berasal dari Papua Barat, Bali, Semarang, dan sejumlah kota lain,” ungkap Alil Wafa, perwakilan Panitia SOE 4, Minggu (18/01/2026).
Lebih dari sekedar uji nyali dan adrenalin, SOE 4 tahun ini membawa pesan sosial dan religius yang kuat. Panitia sengaja mengemas kegiatan offroad dengan nilai kepedulian terhadap masyarakat sekitar. “Kami ingin menghadirkan energi positif. Selain event offroad, kami juga menyalurkan bantuan sosial berupa 100 paket sembako untuk warga sekitar serta donasi uang tunai Rp10 juta untuk pembangunan masjid,” jelas Wafa.
Dari sisi teknis, lintasan yang disiapkan panitia terbilang menantang. Para peserta harus menaklukkan jalur sepanjang 70 hingga 80 kilometer, dimulai dari Lapangan Pondok Pesantren Sidogiri dan berakhir di kawasan Puspo. “Medan di Alas Puspo ini benar-benar baru. Jalurnya menantang dan pemandangannya sangat memanjakan mata, cocok untuk para pecinta offroad,” terangnya.
Pemilihan rute tersebut juga sekaligus menjadi sarana promosi potensi wisata daerah. Panitia berharap para offroader dapat mengenal keindahan alam Puspo, Pasuruan. “Insya Allah jalurnya lebih seru dan asyik, sekali memperkenalkan wisata Puspo kepada peserta dari luar daerah,” imbuhnya.
Menariknya, SOE 4 tidak hanya diikuti oleh kaum pria. Dian, offroader perempuan asal Lumajang, turut ambil bagian dan menunjukkan antusiasme tinggi. Ia menilai offroad sebagai aktivitas keluarga yang menyenangkan. “Setiap ada event seperti ini saya selalu ikut bersama keluarga. Saya sempat nyetir sendiri di awal, didampingi suami. Kalau sudah capek, baru gantian,” ujar Dian.
Dian mengaku sudah cukup lama menekuni dunia offroad dan telah mengikuti berbagai event di sejumlah daerah seperti Jember, Ponorogo, Nganjuk, hingga Madiun. Di SOE 4 Sidogiri, keikutsertaannya tercatat sebagai yang ketiga kalinya.
“Awalnya coba-coba, tapi lama-lama ketagihan karena seru. Meski medannya ekstrem, sensasinya luar biasa. Setiap event selalu punya cerita,” tutupnya. (ML/BM)












Tinggalkan Balasan