Baca Juga:
Kapolres Pasuruan Takziah ke Rumah Duka Korban Pembunuhan Prigen, Tegaskan Komitmen Penanganan Kasus Secara Adil PASURUAN – Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono, S.H., S.I.K., M.H., bersama Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Pasuruan dan jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Pasuruan, menyampaikan belasungkawa dengan mendatangi rumah duka M. Ilham Azhari (16), warga Dusun Karangpanas, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Kamis (8/10/2026). Kehadiran Kapolres Pasuruan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati jajaran kepolisian terhadap keluarga korban yang tengah berduka. Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia di kawasan hutan Dusun Tonghowa, Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen. Dalam kunjungan tersebut, Kapolres bersama rombongan menyampaikan ucapan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban. Selain itu, jajaran Polres Pasuruan juga menyerahkan bantuan atau tali asih berupa kebutuhan pokok, di antaranya beras, gula, kopi, teh, minyak goreng, dan air mineral. Kapolres Pasuruan menegaskan bahwa pihaknya turut merasakan duka yang dialami keluarga korban. Di sisi lain, Polres Pasuruan berkomitmen untuk menangani perkara tersebut secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. “Polres Pasuruan berkomitmen untuk menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan seadil-adilnya. Setiap proses akan dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti yang ada serta sesuai ketentuan hukum,” tegas Kapolres Pasuruan. Kapolres juga meminta keluarga korban agar tetap mempercayakan proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Pihak kepolisian memastikan setiap perkembangan penyidikan akan dilakukan secara serius dan bertanggung jawab. Kehadiran Kapolres Pasuruan bersama jajaran di rumah duka diharapkan dapat memberikan dukungan moril kepada keluarga korban. Kegiatan takziah berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif hingga rombongan meninggalkan rumah duka.

SURABAYA, PAGITERKINI.COM – Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim menggagalkan peredaran sabu lintas daerah seberat 95,44 gram. Dalam kasus ini, Polisi meringkus seorang pria berinisial AY (43) di kediamannya di Jalan Joyoboyo, Surabaya.

Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan, menjelaskan bahwa tersangka diduga kuat berperan sebagai perantara dalam jaringan peredaran gelap narkotika tersebut.

“Petugas berhasil mengamankan AY di dalam rumahnya. Saat penggeledahan, kami menemukan 10 klip plastik berisi sabu dengan total berat bruto 95,44 gram yang disembunyikan di dalam tas di kamar tersangka,” ujar AKP Adik, Kamis (8/10/2026) malam.

Secara terperinci, barang bukti yang disita meliputi satu kantong plastik sedang berisi sabu seberat 44,80 gram dan sembilan klip plastik kecil seberat 50,64 gram. Selain itu, Polisi juga menyita satu bendel plastik klip kosong, sebuah sendok takar plastik, serta satu unit ponsel yang digunakan untuk bertransaksi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penangkapan yang dilakukan pada Rabu (23/9/2026) ini berawal dari modus operandi pengambilan barang melalui sistem ranjau.

Pada hari penangkapan sekitar pukul 04.30 WIB, tersangka AY mengambil pasokan sabu tersebut di area pertigaan Parseh, Kabupaten Bangkalan, Madura. Barang itu didapat dari seseorang berinisial RSD, yang kini telah ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Tersangka mendapat pasokan barang dari RSD untuk diedarkan kembali. Modus penjualannya dilakukan dengan menawarkan langsung kepada rekan-rekannya, atau melayani pembeli arahan RSD menggunakan sistem ranjau di lokasi yang telah ditentukan,” jelas AKP Adik.

Pihak kepolisian turut mengungkap bahwa aksi terlarang ini telah dilakoni AY selama satu tahun terakhir. Paket sabu tersebut diecer dengan harga bervariasi, mulai dari Rp100.000 hingga Rp800.000 per paket hemat.

“Motif utama tersangka adalah ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dari setiap tahapan edar, tersangka dijanjikan keuntungan tunai sebesar Rp7,5 juta oleh RSD, sekaligus bisa mengonsumsi sabu secara gratis,” pungkasnya.

Saat ini, tersangka AY beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres untuk proses penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, penyidik masih terus memburu keberadaan RSD guna membongkar jaringan di atasnya. (*)