Baca Juga:

PASURUAN, Pagiterkini.com – Kecamatan Tutur menjadi pusat perhatian dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1096 Kabupaten Pasuruan. Puncak acara berupa karnaval akbar digelar pada Kamis (25/9) dengan rute sejauh 3,1 kilometer, dimulai dari pertigaan tugu hingga berakhir di Lapangan Kecamatan Tutur.

Sejak pagi, ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalur utama. Jalan di sekitar rute ditutup total, sementara arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif. Antusiasme masyarakat begitu tinggi, namun muncul pertanyaan besar, dari mana sumber dana kegiatan berskala besar ini?

Camat Tutur menegaskan, bahwa karnaval tersebut merupakan bagian resmi dari rangkaian Harjad Kabupaten Pasuruan. Ia memastikan urusan perizinan sudah ditangani panitia bersama Dinas Pariwisata.

Baca Juga :
Dari Wilayah 3T hingga Hilirisasi Sampah, Kapolri Paparkan Agenda Polri 2026

“Soal izin dan teknis lainnya, sudah diurus panitia. Itu di luar ranah saya,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp, Rabu (24/9).

Meski demikian, ia mengakui pihak kecamatan tetap dilibatkan dalam rapat koordinasi bersama Polres Pasuruan, Dinas Pariwisata, Kabag Ops, hingga unsur masyarakat seperti pecalang dan Banser. Namun soal anggaran, ia menegaskan bukan kewenangannya.

“Itu ranah panitia. Bahkan hari ini mereka masih rakor dengan Polres Pasuruan,” tambahnya.

Baca Juga :
AMI Ultimatum Kanwil PAS Jatim, Reformasi atau Gelombang Aksi!

Sayangnya, Ketua Panitia, Aris, yang diharapkan memberi keterangan terkait anggaran, hingga berita ini ditayangkan enggan memberikan penjelasan.

Di tengah kemeriahan, suara kritis warga mulai terdengar. Kusnan (nama samaran), warga Tutur, mengaku senang dengan adanya karnaval, namun ia menilai ada yang janggal.

“Acara ini jelas menelan ratusan juta rupiah. Kalau memang untuk harjad Kabupaten Pasuruan, berarti ada kucuran dana pemerintah. Tapi kalau murni swadaya warga, rasanya tidak masuk akal. Kalau sama-sama keluar uang, lebih baik untuk membantu warga yang masih kekurangan. Warga senang, tapi tetap bertanya, uang siapa sebenarnya yang dipakai untuk acara semeriah ini?” ujarnya tegas.

Hal senada diungkapkan warga lain, Dofir. Menurutnya, karnaval diperkirakan baru selesai sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca Juga:

“Artinya, soal izin kemungkinan sudah lengkap. Tapi yang jadi pertanyaan, apakah benar acara akan selesai hingga malam?” ungkapnya.

Kini, ribuan pasang mata siap menyaksikan puncak karnaval Harjad Kabupaten Pasuruan di Tutur. Namun, transparansi soal anggaran masih menjadi misteri yang menggantung di tengah masyarakat.

(mal/kuh)