PASURUAN, PagiterKini.Com – Klaim dugaan pengancaman dan pelecehan seksual yang dilontarkan Rista Devi, warga Desa Blarang, Kecamatan Tutur, terhadap TKM kini menjadi perbincangan sejumlah pihak. Bahkan, muncul dugaan kuat bahwa persoalan tersebut tidak semata-mata persoalan hukum, melainkan sarat kepentingan pribadi dan berpotensi bermotif finansial.
Sejumlah warga setempat menyebut hubungan antara Rista Devi dan TKM bukanlah hal baru. Keduanya sudah lama menjalin hubungan asmara secara tertutup dan saling mengetahui status masing-masing.
“Hubungan mereka itu sudah lama. Bukan baru kemarin. Yang jelas ada yang mengarahkan sampai video itu mencuat ke publik,” ujar warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Lebih lanjut, warga tersebut bahkan menilai mencuatnya persoalan ini ke ruang publik diduga bukan semata mencari keadilan, melainkan berpotensi sebagai upaya memperoleh keuntungan pribadi.
“Kalau melihat faktanya, hubungan itu terjadi atas dasar sama-sama mau. Dugaan kuatnya, persoalan ini hanya dijadikan jalan untuk mencari uang. Apalagi video yang beredar bukan rekaman asli, melainkan hasil perekaman ulang dari salah satu ponsel,” tegasnya.
Saat dikonfirmasi PagiterKini.Com terkait tudingan pengancaman dan pelecehan seksual, Rista Devi tidak memberikan penjelasan rinci. Ia hanya menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan izin terkait perekaman video saat hubungan berlangsung.
“Soal perekaman video saya tidak mengizinkan,” katanya, Jumat (27/03/2026).
Namun ketika disinggung soal kabar permintaan uang sebesar Rp100 juta, ia memilih tidak memberikan jawaban jelas. Ia hanya menyatakan meminta pertanggungjawaban dari pihak TKM.
“Lebih tepatnya saya meminta pertanggungjawaban,” ujarnya singkat.
Sebelumnya diberitakan, TKM secara tegas membantah seluruh tudingan dugaan pengancaman maupun pelecehan seksual yang dialamatkan kepadanya. Ia menegaskan hubungan yang terjadi berlangsung atas dasar suka sama suka dan telah berjalan selama kurang lebih dua tahun secara tertutup.
TKM juga menilai narasi yang beredar di salah satu media online sebelumnya tidak mencerminkan fakta sebenarnya dan cenderung menggiring opini publik.
“Hubungan itu sama-sama mau. Tidak ada paksaan. Termasuk soal video, itu dibuat atas kesepakatan bersama,” tegas TKM. (mal/red)












Tinggalkan Balasan