PAGITERKINI.COM, PASURUAN – Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Pasuruan memastikan penanganan kasus hilangnya sepeda motor milik Sa’dulloh, warga Dusun Taman Tengah, Desa Tamansari, Kecamatan Wonorejo, masih terus berjalan.
Perwira berwajah tampan itu mengaku telah memeriksa sejumlah saksi dan kini tengah mempersiapkan gelar perkara guna menentukan peningkatan status penanganan kasus ke tahap penyidikan.
“Ini progresnya, kami sudah melakukan klarifikasi terhadap para saksi. Selanjutnya akan dilakukan gelar perkara sebagai langkah untuk peningkatan ke tahap penyidikan,” ucap Kanit Pidum Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Daffa Sava Wardana, Selasa (12/05/2026).
Di tengah proses hukum yang berjalan, Sa’dulloh mengaku terpaksa menebus sepeda motor Honda Vario 125 warna merah tahun 2020 bernopol N-6385-TAN miliknya sebesar Rp6 juta demi bisa kembali mendapatkan kendaraannya yang hilang.
Namun, ia menilai proses pengembalian motor tersebut penuh kejanggalan hingga akhirnya memilih melaporkan kasus itu secara resmi pada 1 Februari 2026 lalu.
“Saya terpaksa membayar karena ingin motor kembali. Tapi saya merasa dirugikan dan banyak kejanggalan. Saya ingin semuanya diproses sesuai hukum dan berharap pelakunya ditangkap,” ujar Sa’dulloh.
Terbaru, Kepala Dusun (Kasun) Taman Tengah, Syaikhulloh, diduga mengetahui pihak yang membawa sepeda motor milik korban. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan tersebut dikabarkan sempat berada di tangan seseorang berinisial AG warga Kecamatan Wonorejo, yang kini berdomisili di wilayah Lawang, Kabupaten Malang.
“Benar, dikabarkan Syaikhulloh sempat menelepon seseorang, dan tak lama kemudian motor tersebut datang. Ia juga dikabarkan sempat bertemu di wilayah Wonorejo serta memberikan uang kepada AG yang mengantarkan unit tersebut,” ujar narasumber kepada Pagiterkini.com.
Sementara itu, Kepala Desa Tamansari, Mustain Romli, yang juga dikabarkan menerima transfer uang terkait proses pengembalian motor korban, memilih bungkam saat dikonfirmasi.
Sikap yang sama juga ditunjukkan Syaikhulloh. Meski namanya disebut mengetahui keberadaan motor tersebut dan diduga pernah bertemu dengan AG yang membawa kendaraan itu, hingga kini ia belum memberikan klarifikasi atas konfirmasi yang dilayangkan Pagiterkini.com.
Sebelumnya, dugaan kongkalikong antara Kepala Desa Tamansari, Mustain Romli, dan Kepala Dusun Taman Tengah, Syaikhulloh, dalam kasus hilangnya motor milik Sa’dulloh sempat menjadi perhatian warga, khususnya di Kecamatan Wonorejo. (Mal/Red)












Tinggalkan Balasan