Baca Juga:

Pasuruan, PagiterKini.Com – Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, membenarkan adanya penggerebekan sebuah gudang di Jalan Bandeng, Kelurahan Kauman, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Gudang tersebut diduga digunakan sebagai lokasi pengoplosan LPG subsidi dan digerebek oleh Tim Mabes Polri.

Joko menegaskan, bahwa Polres Pasuruan tidak terlibat langsung dalam penindakan tersebut. Namun, setelah menerima informasi, pihaknya segera berkoordinasi dengan Polsek Bangil guna memastikan kebenaran peristiwa tersebut.

“Setelah kami melakukan konfirmasi kepada Polsek Bangil, penggerebekan itu memang benar terjadi. Operasi dilakukan oleh Tim Mabes Polri, bukan Polres Pasuruan,” ujarnya saat dikonfirmasi PagiterKini.Com, Rabu (11/02/2026).

Baca Juga :
Dari Wilayah 3T hingga Hilirisasi Sampah, Kapolri Paparkan Agenda Polri 2026

Informasi dari warga sekitar turut menguatkan dugaan adanya aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut pengelola utama jaringan itu diduga merupakan warga Bangil dan telah beroperasi cukup lama.

“Gudang itu tidak berdiri sendiri. Ada koordinator yang mengatur. Kalau bicara pemain LPG di Bangil, masyarakat sudah tahu siapa sosoknya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW Kelurahan Kauman, Munir, juga membenarkan adanya penggerebekan yang terjadi pada Kamis tersebut. Menurutnya, petugas datang menggunakan sekitar tiga hingga empat kendaraan.

Baca Juga :
AMI Ultimatum Kanwil PAS Jatim, Reformasi atau Gelombang Aksi!

“Benar, yang datang saat itu mengenakan seragam cokelat. Mereka mengaku dari Reskrim Polda Jatim,” kata Munir melalui sambungan telepon.

Munir menjelaskan, sebelum penggerebekan berlangsung, warga memang telah lama menaruh kecurigaan terhadap aktivitas di gudang tersebut. Bangunan yang sebelumnya difungsikan sebagai tempat parkir truk itu belakangan berubah menjadi gudang penyimpanan LPG dan tertutup rapat dari aktivitas luar.

“Dulu itu parkiran truk. Setelah berganti penyewa, dijadikan gudang LPG. Sebelum digerebek memang sudah ada laporan dari warga,” jelasnya.

Keterangan senada disampaikan Kis, warga sekitar lokasi. Ia mengaku melihat tumpukan tabung LPG berbagai ukuran di dalam gudang yang diduga siap diedarkan secara ilegal. Selain itu, sejumlah kendaraan juga terlihat keluar-masuk lokasi sebelum penindakan dilakukan.

Baca Juga:

“Sekitar empat mobil datang ke gudang itu, dan LPG dalam jumlah besar diamankan,” katanya, Kamis (05/02/2026) sekitar pukul 16.29 WIB.

Menurut Kis, aktivitas tersebut diduga telah berlangsung selama dua hingga tiga bulan terakhir. Saat Polisi mendatangi lokasi, puluhan tabung LPG serta sejumlah kendaraan yang diduga digunakan dalam praktik pengoplosan turut diamankan.

“Ada dua truk dan satu pikap yang ikut diamankan. Bahkan satu truk dibawa menggunakan derek,” tegasnya. (Kuh/MaL)