Pasuruan, Pagiterkini.com – Dugaan perbuatan tak pantas yang dilakukan sepasang pria dan wanita di dalam mobil di area parkir Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus menjadi perbincangan hangat.

Hadi Kurniawan, yang diduga sebagai staf di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, akhirnya angkat bicara terkait video, rekaman suara, hingga bukti transfer yang beredar luas di media sosial.

Saat dikonfirmasi pada Jumat (8/5/2026), Hadi membenarkan adanya rekaman percakapan dan transfer uang kepada salah satu oknum yang diduga meminta imbalan agar video tersebut tidak diviralkan maupun dijadikan pemberitaan.

Dalam rekaman suara yang beredar, terdengar Hadi memohon agar video tersebut tidak dipublikasikan. Ia mengaku takut istrinya mengetahui peristiwa tersebut.

“Aku njaluk tolong mas, aku pas totok omah. Aku wedi krungu bojoku (-red). Saya minta tolong mas. Saya baru sampai rumah, saya takut istri mendengar soal itu,” ucap Hadi dalam rekaman percakapan tersebut.

Tak hanya itu, Pagiterkini.com juga memperoleh rekaman lain yang diduga berisi permintaan sejumlah uang dengan nominal fantastis dari oknum tertentu agar kasus tersebut tidak mencuat ke publik. Namun, dalam perjalanan komunikasi itu, nominal yang disepakati mencapai Rp10 juta.

“Ini ada mas Rp8 juta. Saya minta rekeningnya. Untuk yang Rp2 juta masih saya carikan mas. Pokok malam ini selesai. Dan saya minta jangan disebarkan video itu,” lanjut Hadi dalam rekaman yang beredar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pembinaan internal terhadap yang bersangkutan usai kejadian tersebut.

Keesokan harinya, proses pendalaman juga dilakukan hingga menghasilkan sejumlah dokumen yang kemudian diserahkan kepada BKPSDM Kabupaten Pasuruan.

“Kalau terkait asusila, sesuai keterangan yang bersangkutan memang tidak melakukan kegiatan tersebut. Begitu ya, karena berkas sudah di BKPSDM, silakan lebih jelasnya bisa ke BKPSDM,” ujarnya.

Di sisi lain, Hadi justru membenarkan adanya rekaman suara dan bukti transfer yang berkaitan dengan upaya agar video tersebut tidak viral. Pernyataan itu dinilai memperkuat dugaan adanya peristiwa tak pantas yang terjadi di lokasi.

“Benar, bukti transfer dan rekaman dengan oknum tersebut benar adanya,” kata Hadi singkat.

Sebelumnya diberitakan, lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan di Raci, Bangil, digegerkan oleh beredarnya video dugaan perbuatan asusila di area parkir kompleks perkantoran Pemkab Pasuruan.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam video berdurasi 2 menit 7 detik yang beredar luas, tampak sejumlah petugas Satpol PP menginterogasi seorang pria berkemeja putih berlogo Pemerintah Kabupaten Pasuruan. (Mal)