Pasuruan, Pagiterkini.com – Rentetan kecelakaan maut akibat truk yang diduga mengalami rem blong di kawasan pertigaan Purwodadi hingga Perempatan Patung Sapi, Pandaan, dinilai tidak bisa lagi dianggap sebagai peristiwa biasa. Di balik peristiwa yang terus berulang tersebut, muncul dugaan adanya manipulasi dalam penerbitan rekomendasi uji KIR kendaraan.
Direktur Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan Publik (PUS@KA), Lujeng Sudarto, menilai sudah saatnya aparat penegak hukum membongkar dugaan permainan dalam proses uji KIR, khususnya terhadap kendaraan yang seharusnya dinyatakan tidak laik jalan namun diduga tetap diloloskan untuk beroperasi.
“Jangan terus berlindung di balik alasan rem blong. Pertanyaannya, bagaimana kendaraan yang diduga tidak memenuhi standar kelaikan bisa tetap mengantongi status laik jalan? Kalau ada manipulasi hasil uji KIR, berarti ada pihak yang ikut bertanggung jawab atas setiap korban yang berjatuhan di jalan raya,” tegas Lujeng, saat dihubungi melalui sambungan telpon, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, kecelakaan yang terus berulang di jalur Purwodadi dan Pandaan harus menjadi pintu masuk untuk mengaudit secara menyeluruh sistem pengujian kendaraan bermotor, termasuk menelusuri kemungkinan adanya praktik penyimpangan oleh oknum.
“Ini bukan hanya persoalan administrasi. Ini menyangkut nyawa manusia. Kalau kendaraan yang tidak layak dipaksakan lolos uji, maka masyarakat berhak mempertanyakan integritas sistem pengawasannya,” ujarnya.
Lujeng mendesak aparat penegak hukum, inspektorat, serta lembaga pengawas terkait segera melakukan audit forensik terhadap proses penerbitan uji KIR. Audit tersebut juga diminta mencakup pemeriksaan rekam jejak kendaraan-kendaraan yang terlibat kecelakaan akibat dugaan rem blong.
“Jangan tunggu korban berikutnya. Jika benar ada praktik meloloskan kendaraan yang tidak laik jalan, maka itu harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Siapa pun yang terlibat harus diproses secara hukum. Keselamatan masyarakat tidak boleh dikalahkan oleh dugaan permainan administrasi,” tegasnya.
Sebelumnya, kecelakaan beruntun terjadi di Simpang Lampu Merah Patung Sapi, Jalan Raya Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (7/7) sekitar pukul 07.00 WIB. Sebuah truk kontainer diduga mengalami rem blong saat melintasi jalan menurun, kemudian menabrak lima sepeda motor dan sebuah truk tangki air.
Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan lima korban lainnya mengalami luka-luka. Petugas kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengatur arus lalu lintas yang sempat mengalami kemacetan.
Sebagai bentuk keprihatinan atas rentetan kecelakaan di lokasi tersebut, berbagai elemen masyarakat sebelumnya juga menggelar doa bersama, pembagian jenang sengkala, hingga tumpengan sebagai ikhtiar bersama agar tragedi serupa tidak kembali terulang.
(Mal)













Tinggalkan Balasan