Pasuruan, Pagiterkini.com – Widi Nurcahyono, warga Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, meninggal dunia setelah diamankan anggota Polsek Beji Polres Pasuruan, pada Senin (03/08).
Kematian pria lajang yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga loket Payment Point Online Bank (PPOB) itu menyita perhatian publik. Pihak keluarga menduga ia menjadi korban tindakan kekerasan saat proses penangkapan.
Kakak korban, Choirul Anwar menuturkan, bahwa adiknya saat itu tidak sedang bermain judi online sebagaimana informasi yang disampaikan kepolisian kepada keluarga.
Menurutnya, Widi sedang bekerja seperti biasa di loket pembayaran listrik dan PDAM sambil menunggu pelanggan datang.
“Adik saya memang setiap hari bekerja di situ. Setiap harinya ya duduk di depan komputer untuk melayani pelanggan, bukan bermain judi online,” tuturnya kepada awak media.
Ia menuturkan, kabar penangkapan pertama kali diterimanya dari pihak keluarga. Saat tiba di lokasi, Widi sudah tidak berada di tempat.
Sekitar 15 menit kemudian, lanjut Choirul, dua anggota Polsek Beji menghampirinya di dekat Indomaret. Salah satu anggota yang dikenalnya bernama Binsar menjelaskan, bahwa Widi diamankan karena ada laporan masyarakat terkait dugaan bermain judi online.
Mendengar penjelasan tersebut, Choirul mengaku langsung mempertanyakan dasar penangkapan adiknya. Ia meminta polisi menunjukkan surat penangkapan sebagai dasar tindakan yang dilakukan terhadap Widi.
“Saya minta diperlihatkan surat penangkapannya. Sampai sekarang saya tidak pernah menerima maupun melihat surat itu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Choirul mengungkapkan, keterangan yang diperolehnya dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan kesaksian mereka, saat polisi datang terdengar suara Widi berteriak meminta tolong.
“Adik saya berteriak, ‘Ampun Pak… ampun Pak… sakit Pak… saya tidak bisa bernapas Pak.’ Setelah itu suaranya sudah tidak terdengar lagi,” ungkap Choirul.
Menurutnya, setelah suara korban menghilang, Widi kemudian dimasukkan ke dalam mobil polisi dan langsung dibawa meninggalkan lokasi.
Sekitar 30 menit hingga satu jam berselang, lanjut Choirul, anggota kepolisian kembali mendatangi keluarga untuk meminta identitas korban. Saat itu, keluarga juga diberi tahu bahwa Widi telah dibawa ke Puskesmas.
Ia menuturkan, salah satu anggota polisi sempat mengatakan bahwa kondisi adiknya masih bernapas. Namun, saat dirinya tiba di Puskesmas, penjelasan yang diterimanya justru berbeda.
“Saya sampai di puskesmas petugas medis menyampaikan, bahwa adik saya sudah meninggal dunia. Dan saya masih melihat ada upaya penyelamatan, diberi oksigen dan tindakan medis lainnya, tetapi sudah tidak ada respons,” katanya.
Choirul menegaskan, sebelum diamankan adiknya berada dalam kondisi sehat dan masih menjalankan aktivitasnya sebagai pekerja seperti biasa. Ia menilai, penjelasan yang menyebut korban pingsan akibat terkejut saat didatangi polisi sulit diterima.
“Saya meminta penjelasan soal kondisi adik saya yang sudah tidak sadarkan diri saat dibawa dari lokasi. Jawaban yang saya terima bahwa dia pingsan karena terkejut didatangi polisi. Bagi saya, alasan itu tidak masuk akal. Pagi harinya dia masih sehat dan bekerja,” tegasnya.
Choirul berharap, polisi mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan. Menurutnya, keluarga hanya meminta penyebab kematian Widi diungkap dan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Beji, Ipda Binsar, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.
Menurutnya, seluruh anggota yang terlibat telah diperiksa. Polisi juga memeriksa saksi, mengumpulkan alat bukti, dan melakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian korban.
“Hasil autopsi masih kami tunggu. Semua pihak yang terkait sudah kami mintai keterangan dan proses penyelidikan masih berjalan,” ujar Binsar.
Di sisi lain, Kapolsek Beji, Kompol Akhmad Sukiyanto, S.H., M.H., belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi media ini terkait meninggalnya Widi Nurcahyono usai diamankan anggotanya. Hingga berita ini diterbitkan. (Mal)














Tinggalkan Balasan