Pasuruan, Pagiterkini.com – Keberadaan pabrik pengolahan cokelat yang diduga milik PT Trimega Abadi di Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, memicu tanda tanya warga. Selain dituding menimbulkan bau menyengat, perusahaan itu juga dinilai beroperasi tanpa keterbukaan yang memadai kepada publik.

Warga menuturkan, aktivitas produksi telah berjalan sekitar dua bulan. Namun hingga kini, mereka mengaku tidak mengetahui siapa penanggung jawab maupun pihak manajemen yang bisa dimintai keterangan.

Dari pantauan di lokasi, aktivitas pabrik tampak berjalan normal. Anehnya, tidak terlihat papan nama maupun identitas perusahaan yang terpasang di area depan bangunan.

“Kami hanya ingin tahu siapa yang bertanggung jawab. Bau yang muncul hampir setiap hari sangat mengganggu kenyamanan warga,” tegas warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurut warga, aroma menyengat tersebut kerap tercium hingga ke permukiman saat proses produksi berlangsung. Kondisi itu memicu keresahan karena warga tidak memiliki saluran yang jelas untuk menyampaikan keluhan.

Saat dikonfirmasi, awak media hanya berhasil menemui petugas keamanan bernama Adnan Farizi. Ia mengaku baru sekitar dua minggu bekerja dan tidak mengetahui siapa pimpinan maupun pihak yang berwenang memberikan keterangan resmi.

“Saya kurang paham Pak. Saya masih dua mingguan bekerja di sini,” tuturnya singkat.

Tidak ditemukannya satu pun perwakilan manajemen di lokasi semakin memunculkan pertanyaan mengenai transparansi perusahaan yang beroperasi di tengah lingkungan warga.

Masyarakat mendesak instansi terkait segera turun tangan melakukan peninjauan guna memastikan legalitas usaha, kelengkapan perizinan, serta pengelolaan lingkungan telah sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

(Mal/Ril)