PASURUAN, PAGITERKINI.COM — Pihak Rutan Kelas IIB Bangil membantah tegas dugaan bahwa kematian salah satu tahanannya, KWN (22), disebabkan oleh aksi bunuh diri dengan cara menenggak cairan pembersih. Narasi tersebut dinilai menyesatkan dan tidak berdasar pada fakta medis.
Kepala Pengamanan Rutan Bangil, Nugroho Adji Wibowo, menyatakan bahwa berdasarkan keterangan dokter RSUD Bangil, KWN meninggal dunia akibat gangguan kesehatan serius, bukan karena keracunan zat kimia.
“Pemeriksaan medis menyebutkan adanya lonjakan tekanan darah atau gula darah. Tidak ada bukti medis maupun laporan resmi yang menyatakan korban menenggak deterjen,” tegas Nugroho, Senin (23/6/2025).
Menurutnya, informasi yang menyebar luas tentang dugaan bunuh diri bersumber dari asumsi sepihak yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi hanya berdasar pengakuan sesama tahanan yang belum diverifikasi kebenarannya.
“Ini bahaya kalau opini publik dibentuk dari cerita satu orang tanpa dasar medis. Kami tekankan, kematian ini bukan karena bunuh diri, melainkan karena faktor kesehatan,” imbuhnya.
Rutan Bangil menyayangkan berkembangnya spekulasi liar yang justru memperkeruh suasana dan mencoreng kredibilitas lembaga pemasyarakatan. Ia menegaskan, setiap warga binaan berada dalam pengawasan ketat, termasuk soal akses terhadap barang-barang berbahaya.
“Kami terus evaluasi dan memperketat pengawasan. Tapi kami juga tidak bisa tinggal diam saat fakta diabaikan dan diganti dengan asumsi liar yang menyesatkan publik,” pungkasnya.
Dengan ini, pihak Rutan meminta agar pemberitaan yang tidak sesuai fakta segera diluruskan. Proses klarifikasi dan investigasi internal masih berjalan dan akan disampaikan secara transparan kepada publik.
(mal/dor/kuh)












Tinggalkan Balasan