Pasuruan, Pagiterkini.com – Dugaan maraknya produksi rokok ilegal di Kabupaten Pasuruan kembali menuai keresahan publik. Seorang warga yang pernah bekerja di salah satu perusahaan rokok diduga ilegal mengaku tim Bea Cukai Pasuruan kerap datang ke lokasi, namun tidak pernah ada proses hukum yang jelas.
“Sering datang, tapi cuma membawa sebagian rokok. Pemiliknya tidak pernah diproses,” ungkapnya.
Menurutnya, tindakan aparat terkesan hanya formalitas dan tidak menyentuh aktor utama di balik bisnis rokok ilegal. “Kalau serius memberantas, proses pelakunya. Jangan cuma sita barang lalu selesai. Wajar publik curiga ada permainan,” tegasnya.
Ia juga menyebut rokok dari perusahaan tersebut diduga tidak diedarkan di toko-toko kecil di Pasuruan, melainkan dipasarkan ke luar Pulau Jawa. “Kemungkinan rokok yang diproduksi di Pasuruan perentahnya suruh kirim ke luar Jawa saja. Artinya kan jelas, ada apa sebenarnya?” katanya.
Kecurigaan publik semakin menguat setelah Sekda Kabupaten Pasuruan diduga memblokir nomor wartawan Pagiterkini.com saat dikonfirmasi terkait rokok ilegal. Kasi PLI Bea Cukai Pasuruan, Hardijanto, juga memilih bungkam.
Ketua Umum DPP Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar SE., SH., menilai sikap tersebut mencederai keterbukaan informasi publik dan memperkuat dugaan adanya pembiaran.
“Kalau memang bersih dan serius memberantas rokok ilegal, kenapa takut dikonfirmasi? Jangan bicara penegakan hukum kalau wartawan saja diblokir,” tegas Baihaki.
Pria yang dikenal vokal menyuarakan aspirasi rakyat itu menilai publik sudah muak dengan pencitraan dan narasi pengawasan tanpa tindakan nyata. “Jangan sibuk bicara penyelamatan negara kalau pertanyaan media saja dihindari. Publik butuh tindakan, bukan sandiwara,” sindirnya.
Baihaki juga mendesak Bea Cukai membongkar pemodal dan jaringan besar rokok ilegal, bukan hanya menyasar pemain kecil. “Jangan cuma rakyat kecil yang dijadikan tumbal. Kalau serius, bongkar backing dan mafia cukainya,” tegasnya.
Hingga Jumat (29/05/2026), Kasi PLI Bea Cukai Pasuruan, Hardijanto, masih belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi Pagiterkini.com. (Mal/Red)











Tinggalkan Balasan