Surabaya, PagiterKini.Com – Aliansi Madura Indonesia (AMI) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Jawa Timur. Puluhan massa turun ke jalan sebagai bentuk kecaman terbuka terhadap dugaan kelalaian sistemik serta lemahnya pengawasan petugas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di seluruh wilayah Jawa Timur. Selasa (10/02/2026).
Dalam orasinya, Ketua Umum AMI Baihaki Akbar, didampingi Wakil Ketua Kukuh Setya dan Sekretaris Jenderal Abdul Aziz, melontarkan kritik pedas yang menyuarakan kekecewaan masyarakat. Mereka menilai kondisi pengawasan di dalam Lapas sudah berada pada tahap darurat.
Baihaki bahkan, tak segan menyebut sistem yang berjalan saat ini sebagai sistem bobrok. Ia secara spesifik menyoroti bagaimana barang-barang terlarang masih leluasa masuk ke balik jeruji, meskipun Lapas diklaim memiliki sistem keamanan berlapis.
“Bagaimana mungkin institusi dengan penjagaan ketat, berseragam lengkap, serta kamera pengawas di setiap sudut bisa kebobolan, kalau bukan karena ada oknum yang bermain mata?” cloteh lantang di hadapan massa.
Tekanan demonstran akhirnya memaksa pihak Kanwil Ditjen PAS Jawa Timur turun tangan. Sejumlah pejabat menemui perwakilan massa dan meminta sepuluh orang delegasi AMI masuk untuk melakukan audiensi guna menyampaikan tuntutan secara langsung.
Efendi, perwakilan Kanwil Kemenkumham Jatim, menyatakan pihaknya menerima aspirasi tersebut dan berjanji akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi. “Kami berterima kasih kepada AMI sebagai organisasi yang menjalankan fungsi kontrol sosial. Masukan ini akan kami tindak lanjuti secara serius,” ujar Efendi di hadapan awak media.
Meski berlangsung tertib, aksi tersebut bukan sekedar tekanan moral dan pesan keras. AMI menegaskan satu tuntutan utama, penindakan tanpa kompromi terhadap oknum petugas yang terbukti lalai atau terlibat praktik ilegal di dalam Lapas.
Ketum AMI yang dikenal tegas ini kembali menegaskan, bahwa aksi kali ini bukanlah akhir. Ia mengingatkan, apabila tidak ada perubahan nyata dalam waktu dekat, gelombang protes lanjutan akan digelar dengan skala yang lebih besar.
“Kami tidak akan berhenti. Jika tidak ada pembenahan serius, kami akan kembali turun ke jalan dengan massa yang jauh lebih besar,” pungkasnya. (MaL/One)











Tinggalkan Balasan