Baca Juga:
Saat Karya Jurnalistik Dibalas Laporan Polisi, Kebebasan Pers Dipertanyakan

Pasuruan, PagiterKini.Com – Dugaan kongkalikong antara Kepala Desa Tamansari, Mustain Romli dan Kepala Dusun Taman Tengah, Syaikhulloh, dalam kasus hilangnya sepeda motor Vario milik Sa’dulloh terus menjadi sorotan warga Pasuruan, khususnya di Kecamatan Wonorejo.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026 sekitar pukul 14.30 WIB. Motor milik korban dilaporkan raib saat diparkir di samping rumahnya. Merasa janggal dengan hilangnya kendaraan tersebut, Sa’dulloh akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polres Pasuruan pada 1 Februari 2026.

Kejanggalan demi kejanggalan pun mulai mencuat. Salah satu narasumber mengaku dihubungi pihak terduga yang meminta agar pemberitaan dihentikan. Bahkan, dalam percakapan yang ditirukan narasumber kepada media ini, terduga pelaku diduga menawarkan uang agar berita dihapus.

“Tolong sampaikan ke PagiterKini.com, jangan diteruskan beritanya. Ini ada uang Rp2 juta,” ujar narasumber, menirukan ucapan terduga pelaku, Senin (16/2/2026).

Tak hanya itu, kasus hilangnya motor disebut terjadi hanya sekitar satu jam setelah pertemuan antara korban, Syaikhulloh, dan Kepala Desa Tamansari. Tak lama setelah pertemuan tersebut, Syaikhulloh diketahui menerima telepon dari seseorang yang tidak dikenal.

Sementara itu, Kepala Desa Tamansari, Mustain Romli, yang dikabarkan menerima transfer uang terkait kembalinya motor korban, memilih bungkam saat dikonfirmasi. Sikap yang sama juga ditunjukkan Syaikhulloh yang enggan memberikan klarifikasi meski telah dihubungi berulang kali.

Baca Juga :
Bantah Razia Pandaan, Kabid PPUD Satpol PP Dapat Keluhan Pedagang

Sebelumnya, praktisi hukum muda Yoga Septian Widodo secara terbuka menyoroti adanya kejanggalan serius dalam kasus ini. Ia menilai, pola kejadian mengarah pada dugaan keterlibatan pihak yang sejak awal mengetahui alur peristiwa, khususnya Kepala Dusun Taman Tengah.

Menurut Yoga, fakta bahwa Syaikhulloh diduga langsung menghubungi seseorang dan dalam waktu singkat mengetahui keberadaan motor bukan hal yang bisa dianggap kebetulan.

“Pola seperti ini justru menguatkan dugaan adanya pihak yang memahami jaringan, atau bahkan sudah mengetahui pelaku sejak awal,” tegasnya. (MaL)