Pasuruan, Pagiterkini.com – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 terasa di seluruh penjuru negeri. Dari kota besar hingga pelosok desa, masyarakat kompak menggelar karnaval dan hiburan rakyat untuk merayakan momen bersejarah tersebut.
Namun, kemeriahan serupa di Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, justru menyisakan keluhan. Alih-alih meriah, acara yang masih dalam tahap cek sound (gladi) pada Sabtu (30/08) malam itu malah membuat akses jalan menuju wilayah Tutur dan Tosari tersendat parah.
Sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat yang hendak pulang usai bekerja terpaksa menunggu hingga acara selesai, bahkan ada yang memilih memutar balik karena tak sabar dengan kemacetan.
“Saya pulang kerja bersama teman-teman. Saat sampai di Ngembal, jalan ditutup dan kami harus putar balik,” keluh Hadi, salah satu pengendara, kepada media.
Hadi menyayangkan, kebijakan penutupan jalan hanya untuk cek sound. Ia khawatir kemacetan akan lebih parah pada hari pelaksanaan acara yang sebenarnya, Minggu (31/08).
“Masih cek sound saja jalan sudah ditutup. Apalagi besok, pasti total tutup,” tegasnya.
Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Tutur membantah adanya penutupan total jalan. Ia menegaskan pihak kepolisian telah menyiapkan jalur alternatif.
“Kalau macet, ada jalan alternatif. Saya sendiri sedang siaga satu,” ujar Kanitreskrim singkat.
Senada dengan Kanitreskrim, Camat Tutur juga memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi kemacetan.
“Jalur alternatif sudah kami siapkan. Semalam saya juga sudahkomunikasi langsung dengan Kapolsek Tutur,” jelasnya.
Meski demikian, keluhan warga menunjukkan perlunya pengaturan lalu lintas yang lebih matang agar kemeriahan karnaval tidak berubah menjadi sumber kesulitan bagi masyarakat.
(mal/kuh)












Tinggalkan Balasan