PASURUAN, PagiterKini.Com – Balai Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, berubah menjadi lautan amarah pada Jumat (13/03/2026). Ratusan karyawan outsourcing yang bekerja di bawah naungan PT Satoria memadati lokasi pertemuan dengan nada protes tinggi.

Mereka datang menghadiri undangan pihak manajemen outsourcing Multi Clean, namun suasana justru berubah tegang karena para pekerja menuntut kejelasan nasib mereka yang mendadak diputus kontraknya.

Bukan tanpa alasan massa membludak. Para karyawan mengaku diputus kerja secara tiba-tiba tanpa kepastian, sementara hak Tunjangan Hari Raya (THR) yang seharusnya menjadi kewajiban perusahaan hingga kini tak kunjung dibayarkan.

Kondisi ini memicu kemarahan para pekerja yang merasa diperlakukan semena-mena, terlebih pemutusan kerja terjadi di saat kebutuhan ekonomi keluarga meningkat menjelang Lebaran.

Teriakan kekecewaan dan tuntutan keadilan terus menggema dari kerumunan buruh. Mereka menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk ketidakadilan yang merugikan pekerja kecil. Bagi mereka, kehilangan pekerjaan tanpa kejelasan ditambah hak THR yang belum dibayarkan adalah pukulan telak bagi para buruh yang menggantungkan hidup dari penghasilan harian.

Di tengah memanasnya situasi, Ketua Umum LSM P-MDM DPP, Gus Ujay, turun langsung dan menyatakan siap berdiri di garis depan membela para pekerja. Dengan nada keras, ia menegaskan tidak akan membiarkan persoalan ini berakhir tanpa pertanggungjawaban dari pihak perusahaan.

Baca Juga :

“Saya tidak akan pernah tinggal diam jika hak mereka dirampas. THR tidak diberikan, ini bukan sekedar urusan pribadi. Ini soal keadilan bagi rakyat kecil. Ke mana pun akan kami kejar sampai ada penyelesaian,” tegas Gus Ujay dengan suara lantang.

Sikap keras juga disampaikan para koordinator divisi dari kalangan karyawan. Mereka menegaskan bahwa ratusan pekerja siap bertahan di lokasi hingga ada keputusan yang benar-benar berpihak kepada buruh.

“Kami tidak akan beranjak pulang. Kalau perlu kami buka puasa dan sahur di sini sampai THR kami dibayarkan. Hak kami harus jelas,” ujar salah satu koordinator aksi.

Ketegangan di lokasi sempat memuncak ketika adu argumen antara perwakilan karyawan dan pihak manajemen tak terhindarkan. Suasana balai desa sempat nyaris tak kondusif sebelum akhirnya berhasil diredam oleh Gus Ujay yang meminta massa tetap terkendali, namun tetap teguh pada tuntutan mereka.

Baca Juga:

Ia menegaskan, pertemuan yang digelar di Balai Desa Sambisirah tidak boleh berakhir dengan janji kosong, melainkan harus melahirkan keputusan nyata terkait nasib para pekerja dan pembayaran hak mereka.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan karyawan masih bertahan di lokasi bersama pihak penanggung jawab dari outsourcing Multi Clean. Proses mediasi masih berjalan alot, sementara para pekerja bersikukuh tidak akan meninggalkan tempat sebelum ada kepastian mengenai THR dan kejelasan nasib pekerjaan mereka. (mal/red)