PAGITERKINI.COM, PASURUAN, Kasus raibnya dua unit kendaraan desa berupa mobil ambulans dan mobil siaga milik Desa Tamansari, Kecamatan Wonorejo, terus menuai sorotan dari berbagai kalangan. Dugaan adanya kejanggalan dalam pengadaan kendaraan tersebut kini memantik reaksi keras dari sejumlah aktivis masyarakat.

Ketua LSM Cakra Berdaulat, Imam Rusdian, mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan dan memeriksa Kepala Desa Tamansari, pendamping desa, pihak kecamatan, serta Camat Wonorejo yang diduga mengetahui alur pengadaan maupun keberadaan dua unit kendaraan tersebut.

Menurutnya, persoalan itu tidak bisa dianggap remeh karena menyangkut uang negara dan pelayanan masyarakat.

“Ini bukan soal mobil hilang. Ini menyangkut uang rakyat dan kepercayaan masyarakat yang diduga dipermainkan. Jangan sampai ada pembiaran yang akhirnya melahirkan praktik-praktik kotor di tingkat desa,” tegas Imam, saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026).

Pria berambut gondrong yang dikenal vokal menyuarakan aspirasi masyarakat itu juga meminta pemerintah dan instansi terkait menghentikan sementara pencairan anggaran berikutnya untuk Desa Tamansari.

Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan sampai persoalan dugaan pengadaan fiktif itu benar-benar dibuka secara terang benderang di hadapan publik.

“Kalau memang kendaraan itu tidak ada, sementara anggarannya sudah dicairkan, maka ini patut diduga sebagai pengadaan fiktif. Jangan lagi ada kucuran anggaran baru sebelum semuanya diaudit total. Negara jangan terus dijadikan ladang bancakan,” semburnya.

Imam menilai, bila persoalan tersebut tidak segera ditindak tegas, maka dikhawatirkan akan menjadi pintu masuk bagi dugaan penyimpangan anggaran lainnya di tahun-tahun mendatang. Ia menuding lemahnya pengawasan bisa membuat praktik yang sama terus berulang tanpa ada efek jera.

“Kalau hari ini dibiarkan, besok bisa terulang lagi dengan modus yang sama. Sangat berpotensi terjadi manipulasi laporan pertanggungjawaban (LPJ). Ini yang berbahaya. Uang rakyat bisa habis hanya di atas kertas,” ujarnya.

Tak hanya itu, Imam juga menyoroti sikap bungkam Kepala Desa Tamansari dan Camat Wonorejo saat dikonfirmasi media. Menurutnya, diamnya dua pejabat publik tersebut justru semakin memunculkan dugaan adanya sesuatu yang sengaja disembunyikan dari masyarakat.

“Kalau memang tidak ada masalah, kenapa diam? Seharusnya beri penjelasan ke publik, bukan malah menghindar. Sikap bungkam seperti ini justru menimbulkan kesan ada kongkalikong dan saling tutup mulut,” sindir Imam.

Hingga saat ini, Kepala Desa Tamansari, Mustain Romli, dan Camat Wonorejo, Mulyohadi, saat dikonfirmasi Pagiterkini.com masih memilih bungkam. (Mal)