PASURUAN, PAGITERKINI.COM, Aroma tanda tanya besar menyelimuti Desa Tamansari, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Warga kini ramai memperbincangkan raibnya mobil ambulance desa yang dikabarkan sudah dianggarkan pada tahun 2025, namun hingga kini tak jelas keberadaannya, Kamis (14/5/2026).
Ironisnya, di tengah kebutuhan pelayanan kesehatan yang mendesak, masyarakat justru dibuat pontang-panting saat ada warga sakit. Mereka terpaksa meminjam ambulance desa tetangga, bahkan menggunakan mobil pribadi untuk membawa warga menuju fasilitas kesehatan.
“Parah sekali. Ambulance itu kan untuk kepentingan masyarakat, bukan barang pajangan apalagi hilang tanpa penjelasan. Kalau ada warga sakit, kadang harus nebeng ambulance desa lain atau pakai mobil pribadi warga,” ujar Munir (bukan nama sebenarnya).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Pagiterkini.com, mobil ambulance tersebut disebut-sebut sempat ada dan beroperasi. Namun kini kendaraan yang sangat dibutuhkan masyarakat itu mendadak lenyap bak ditelan bumi.
“Dulu memang ada mobilnya, masyarakat juga tahu. Tapi sekarang sudah tidak jelas ke mana. Ini jadi omongan warga ke mana-mana karena ambulance itu kebutuhan vital,” imbuh warga sekitar.
Tak hanya ambulance, mobil siaga desa berwarna hitam yang sebelumnya disebut sebagai kendaraan operasional desa juga dikabarkan sudah lama tak pernah terlihat. Kondisi itu semakin memantik kemarahan dan kecurigaan warga.
“Selain ambulance, mobil siaga juga hilang entah ke mana. Masa warga terus-terusan harus bergantung ke desa tetangga kalau ada keadaan darurat?” keluhnya.
Raibnya dua kendaraan yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat itu kini berubah menjadi bola liar yang terus membesar di tengah warga. Ketiadaan penjelasan resmi dari pemerintah desa justru memunculkan berbagai spekulasi dan dugaan miring di tengah masyarakat.
Situasi ini dinilai berpotensi memicu gejolak di tengah masyarakat apabila Pemerintah Desa Tamansari terus memilih bungkam. Sebab, masyarakat berhak mengetahui secara terang-benderang asal-usul pengadaan kendaraan tersebut, penggunaan anggarannya, hingga alasan keberadaan mobil ambulance dan mobil siaga kini tak diketahui.
Transparansi anggaran dan keterbukaan informasi menjadi hal mutlak yang wajib dijelaskan kepada publik agar tidak muncul asumsi liar yang semakin memperkeruh keadaan.
Namun hingga berita ini diterbitkan, Mustain Romli selaku Kepala Desa Tamansari belum memberikan klarifikasi saat dikonfirmasi Pagiterkini.com terkait keberadaan mobil ambulance maupun mobil siaga desa tersebut. (Mal/Red)












Tinggalkan Balasan