Surabaya, Pagiterkini.com – Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, memberikan peringatan keras terkait dugaan pencatutan nama dirinya dan organisasi yang dipimpinnya untuk meminta dukungan berupa uang kepada pihak lain, Minggu (23/08).

Dugaan tersebut mencuat setelah beredar percakapan WhatsApp yang diduga dikirim oleh oknum kepada seorang pejabat. Dalam pesan itu, pengirim mengaku sebagai Sekjen Lembaga Fast Respon Pusat dan menyebut nama Baihaki serta AMI.

Pengirim pesan juga mengaku sedang berada di Hotel Harris bersama sejumlah rekan AMI. Ia kemudian meminta dukungan dengan dalih untuk sekadar “ngopi”.

“Assalamualaikum wr wb. Selamat malam salam sehat. Mohon izin Komandan. Saya Mz Vangga Sekjen Lembaga Fast Respon Pusat. Ada salam dari Baihaki Ndan. Ini kebetulan sama saya di Hotel Harris. Komandan izin mungkin berkenan support Ndan, untuk sekedar ngopi-ngopi. Ini kumpul sama rekan-rekan dari AMI juga,” demikian isi pesan tersebut yang beredar di group whatsap.

Menanggapi hal itu, Baihaki membantah keterlibatannya dan mengecam pihak yang diduga menggunakan namanya maupun AMI tanpa izin.

Ia mengatakan, masyarakat, pejabat, pengusaha, TNI, Polri maupun pihak lainnya agar tidak langsung percaya apabila menerima pesan yang mengatasnamakan dirinya, pengurus, anggota atau AMI sendiri.

“Sehubungan dengan kejadian tersebut di atas, diminta kepada seluruh pejabat, pengusaha, TNI, Polri dan seluruh masyarakat, ketika ada pesan WhatsApp yang mengatasnamakan Baihaki, Ketum AMI, pengurus AMI, anggota AMI atau AMI, bisa langsung menghubungi saya selaku Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia untuk mempertanyakan terkait kebenarannya, untuk menghindari pencatutan dan penyalahgunaan nama,” tegas Baihaki dalam group whatsap.

Ia menjelaskan, dugaan pencatutan itu diketahui setelah seorang pejabat lembaga pemasyarakatan (lapas) yang menerima pesan tersebut memilih melakukan konfirmasi langsung kepadanya.

Baihaki mengatakan, saat pesan itu dikirim, dirinya masih berada di Lamongan dan tidak berada di Surabaya. Ia juga membantah kebiasaan sebagaimana digambarkan dalam pesan tersebut.

“Untung barusan oknum pejabat lapas yang dimintai support (uang) oleh pemilik nomor WhatsApp tersebut langsung klarifikasi kepada saya terkait kebenarannya. Saya sampaikan kalau saya masih ada di Lamongan dan saya juga menyampaikan kalau saya tidak biasa nongkrong malam,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang dikenal vocal tersebut menyayangkan, apabila nama AMI digunakan sebagai alasan untuk meminta uang kepada pihak lain.

“Kok tidak punya malu, mau ngopi kok malah mencatut nama Baihaki dan AMI,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak akan membiarkan nama AMI maupun dirinya digunakan sembarangan, terlebih untuk kepentingan meminta uang tanpa sepengetahuan pihak yang bersangkutan.

“Katanya sekjen lembaga, nongkrongnya di Hotel Harris, tapi minta support kopi ke salah satu oknum pejabat lapas sampai mencatut nama Baihaki dan AMI,” ujarnya.

Baihaki mengimbau, seluruh pihak melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum memberikan bantuan atau uang kepada siapa pun yang mengaku dan membawa nama dirinya maupun AMI.

(Redaksi)