Pasuruan, Pagiterkini.com – Promosi kegiatan SMK Negeri 1 Beji yang menampilkan DJ sebagai guest star menjadi perhatian warga. Materi promosi yang beredar di media sosial itu memunculkan pertanyaan mengenai konsep hiburan yang dihadirkan dalam kegiatan di lingkungan sekolah.

SMKN 1 Beji berlokasi di Jalan Wicaksono, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Dalam poster promosi yang beredar, terlihat tulisan “THE MAIN GUEST STAR” disertai sosok DJ dan keterangan “DJ LIKA LIKU LAKI LAKI”.

Selain poster tersebut, terdapat juga unggahan yang menggunakan narasi “Euforia acara Jetz”. Materi promosi itu kemudian menjadi perhatian sebagian warga yang mempertanyakan kesesuaian konsep hiburan tersebut dengan suasana pendidikan.

Salah satu warga Beji menilai, kehadiran DJ dengan nuansa pesta kurang tepat apabila menjadi bagian yang dominan dalam kegiatan sekolah. Menurutnya, hiburan bagi pelajar tetap dapat diberikan, namun perlu disesuaikan dengan lingkungan dan tujuan pendidikan.

“Miris saja Mas, anak-anak masih usia dini sudah dikenalkan gaya-gaya hiburan malam. Mungkin menurut mereka untuk menghibur, tapi tidak dengan saat dalam masa pendidikan. Dan bukan hanya saya saja yang heran. Beberapa warga lainnya hanya bisa diam,” ujarnya.

Ia mengatakan, sekolah memiliki peran lebih luas dari pada sekedar tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Sekolah juga menjadi ruang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab serta kreativitas peserta didik.

Ia menambahkan, setiap kegiatan yang melibatkan siswa sebaiknya memiliki tujuan dan nilai yang jelas. Hal itu penting agar unsur hiburan tetap berjalan seiring dengan fungsi pendidikan.

“Karena itu, ketika panggung DJ dan atmosfer pesta justru menjadi bagian yang sangat menonjol dalam promosi kegiatan sekolah, publik wajar mempertanyakan pesan pendidikan apa yang sebenarnya hendak dibangun,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sorotan tersebut tak lepas dari tujuan pendidikan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Menurutnya, pendidikan diarahkan untuk membentuk watak serta mengembangkan potensi peserta didik.

“Dengan demikian, persoalannya bukan apakah siswa boleh mendapatkan hiburan. Persoalannya adalah ketika hiburan dengan format DJ dan nuansa party justru tampil sebagai wajah utama sebuah kegiatan sekolah. Lalu seperti apa jadinya nanti,” sindirnya.

Ia menegaskan, “Jangan sampai lembaga pendidikan kehilangan orientasi. Sekolah bukan tempat untuk mengejar euforia semata. Sekolah adalah tempat membangun masa depan generasi muda.”

Sementara itu, salah satu guru yang dikonfirmasi media ini mengaku sudah tidak menjabat sebagai humas SMKN 1 Beji. “Mohon maaf saya sekarang bukan humas,” katanya singkat, Kamis (3/9/2026).

Saat dimintai nomor telepon kepala sekolah, guru tersebut mengarahkan media untuk menanyakan langsung kepada petugas keamanan sekolah. “Mohon maaf njenengan langsung tanyakan ke satpam,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak SMKN 1 Beji. Konfirmasi tersebut diperlukan untuk mendapatkan penjelasan mengenai tujuan, konsep, serta konteks kegiatan yang menjadi perhatian warga. (Mal)