PASURUAN, PAGITERKINI.COM – Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097 mendapat apresiasi dari Ketua Lesbumi MWCNU Rembang, Gus Zainul. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang mengenalkan seni budaya, kearifan lokal, dan sejarah daerah.
Menurut Gus Zainul, berbagai kegiatan bernuansa budaya memiliki nilai penting bagi masyarakat Pasuruan. Terlebih, kegiatan tersebut dapat mempertemukan masyarakat dengan berbagai warisan budaya yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Ia mengatakan, peringatan hari jadi daerah semestinya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga identitas budaya sekaligus mengenalkan sejarah kepada generasi muda.
“Saya mengapresiasi rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097. Banyak kegiatan yang mengangkat seni budaya, kearifan lokal, sekaligus memberikan edukasi sejarah kepada masyarakat. Ini sangat penting, terutama bagi generasi muda,” ujar Gus Zainul, Rabu 23/09.
Ia menambahkan, seni dan budaya memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun komunitas kebudayaan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Lebih lanjut, Gus Zainul menyebut kegiatan berbasis kearifan lokal dapat menjadi sarana mengenalkan kembali berbagai tradisi dan nilai budaya kepada masyarakat.
Menurutnya, hal tersebut penting agar warisan budaya tidak semakin jauh dari generasi penerus. Ia juga mendorong generasi muda diberikan ruang untuk mengenal dan terlibat langsung dalam kegiatan seni budaya.
Dengan begitu, kebudayaan dapat terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan akar sejarahnya.
Gus Zainul berharap, semangat pelestarian budaya terus dipertahankan dalam berbagai kegiatan pemerintah maupun masyarakat.
Menurutnya, Hari Jadi Kabupaten Pasuruan dapat menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap daerah dan kekayaan budayanya. “Budaya jangan hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan sejarah dan jati diri daerah,” imbuhnya.
Ia menilai perpaduan seni, budaya, sejarah, dan kearifan lokal dapat menghadirkan kegiatan yang lebih bermakna bagi masyarakat. Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Gus Zainul berharap, pengenalan budaya lokal dilakukan secara konsisten, khususnya kepada generasi muda.
Dengan demikian, Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097 tidak hanya menjadi catatan perjalanan usia daerah, tetapi juga momentum merawat budaya, memperkuat ingatan sejarah, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kabupaten Pasuruan. (*)














Tinggalkan Balasan