Baca Juga:
Geger! Eks Kapolres Bima Kota Tersandung Narkoba, Polri, Tak Ada Ampun

Surabaya, PagiterKini.Com – Isu dugaan peredaran narkotika dari balik tembok Lapas Kelas IIA Bojonegoro kini memantik perhatian publik. Informasi yang beredar menyebut adanya aktivitas mencurigakan di sejumlah blok hunian, disertai dugaan aliran dana rutin kepada oknum petugas berinisial S dan L.

Tak hanya itu, muncul juga dugaan keterlibatan oknum lain berinisial W yang informasinya menjual pipet, alat bantu yang kerap digunakan untuk mengonsumsi narkoba yang dinilai turut membuka celah penyalahgunaan di dalam lapas.

Beberapa nama warga binaan juga terseret dalam informasi tersebut, di antaranya Nyambek dan Y di Blok A5, D di Blok B6, serta I di Blok B7. Meski demikian, seluruh informasi ini masih memerlukan klarifikasi resmi serta pembuktian dari otoritas berwenang.

Baca Juga :
Tebusan Rp6 Juta Bikin Geger, Yoga Singgung Dugaan Peran Oknum Desa

Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, melontarkan pernyataan keras dengan memberi ultimatum tiga hari kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur agar segera melakukan inspeksi mendadak dan membuka hasilnya secara transparan ke publik.

“Jika tidak ada langkah konkrit, publik berhak menduga ada pembiaran sistemik. Jangan sampai Lapas Kelas IIA Bojonegoro berubah menjadi pusat kendali narkoba dari balik jeruji,” tegas Baihaki.

Ia menegaskan, apabila investigasi nantinya membuktikan adanya kelalaian struktural atau keterlibatan oknum, maka pencopotan pimpinan lapas harus menjadi konsekuensi yang tidak bisa ditawar.

Baca Juga :

“Negara tidak boleh tunduk pada jaringan narkotika. Jika ada yang bermain, jangan dilindungi. Copot dan proses hukum tanpa kompromi,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, PagiterKini.Com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Kalapas Bojonegoro guna memastikan kebenaran informasi yang beredar. (MaL/Red)