PASURUAN, Pagiterkini.Com – Teror pembegalan yang sempat menghantui kawasan wisata Bhakti Alam, Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, akhirnya terhenti. Subdit III Jatanras Polda Jawa Timur berhasil membekuk dua pelaku yang dikenal nekat dan brutal dalam melancarkan aksinya.

Ironisnya, kedua pelaku justru merupakan warga setempat. Mereka berinisial JF (19), warga Dusun Kemangi, dan SA (25), warga Dusun Andong, Desa Ngembal. Fakta ini menambah luka bagi masyarakat, karena pelaku berasal dari lingkungan yang sama dengan lokasi kejadian.

“Iya benar, ada dua warga Ngembal yang ditangkap polisi terkait kasus pembegalan di Bhakti Alam,” ungkap narasumber.

Perburuan terhadap pelaku berlangsung dramatis. JF sempat melarikan diri hingga ke Pulau Madura untuk menghindari kejaran petugas. Namun upaya itu sia-sia. Tim Jatanras Polda Jatim berhasil melacak keberadaannya dan menangkapnya tanpa perlawanan.

Dari penangkapan JF, polisi kemudian melakukan pengembangan dan bergerak cepat memburu pelaku lainnya.

Tak butuh waktu lama, SA akhirnya diringkus saat tengah terlelap di rumahnya sendiri. Penangkapan ini sekaligus mengakhiri pelarian kedua pelaku yang telah meresahkan masyarakat.

“JF ditangkap lebih dulu, kemudian dilakukan pengembangan hingga SA berhasil diamankan saat berada di rumahnya,” ujar salah satu anggota Jatanras.

Dalam aksinya, keduanya memiliki peran berbeda. JF bertindak sebagai joki sepeda motor, sementara SA berperan sebagai eksekutor yang melakukan aksi kekerasan menggunakan senjata tajam.

Peristiwa mencekam itu terjadi pada Sabtu (2/4) sekitar pukul 04.30 WIB di Jalan Raya Dusun Wadun, kawasan wisata Bhakti Alam. Korban, Ervira Devi Rismawanti, warga Buduran, Sidoarjo, saat itu tengah berboncengan bersama rekannya, Happy Nurcahyanti, dalam perjalanan menuju Bukit Premium, Desa Ngadirejo.

Namun perjalanan wisata yang seharusnya menyenangkan itu berubah menjadi mimpi buruk. Di tengah jalan yang sepi, korban tiba-tiba dipepet oleh dua pelaku yang mengendarai sepeda motor matic. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung mengacungkan celurit, menciptakan kepanikan seketika.

Situasi semakin mencekam saat korban berusaha mempertahankan sepeda motornya dari rampasan pelaku. Aksi nekat itu berujung petaka. SA dengan kejam mengayunkan senjata tajamnya dan membacok pundak kiri korban hingga terluka.

Serangan brutal tersebut membuat korban dan rekannya tak berdaya. Peristiwa ini pun meninggalkan trauma mendalam sekaligus menjadi peringatan akan rawannya jalur wisata di waktu-waktu sepi.

Kini, kedua pelaku telah diamankan dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Polisi juga terus mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada pelaku lain yang terlibat. (mal/red)