Malang, Pagiterkini.com – Aktivitas penjualan minuman keras (Miras) di wilayah Kreweh, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, diduga masih berlangsung bebas. Ironisnya, penjualan dilakukan terang-terangan bahkan di siang hari, sehingga memicu keresahan warga.
Warga sekitar mengaku sudah lama resah dengan keberadaan toko yang menjual berbagai jenis minuman beralkohol. Lokasinya berada di tepi jalan kampung dan mudah diakses siapa saja, termasuk anak muda.
“Sudah lama jualannya. Buka dari siang sampai malam. Kami lapor ke RT juga percuma, tetap jalan terus,” ucap salah satu warga yang enggan disebut namanya, Kamis (27/8/26).
Menurut warga, miras yang dijual bervariasi mulai dari arak bali, Alexis, Vodka dll. Pembelinya pun beragam, mulai dari pekerja harian hingga remaja. Keberadaan penjual ini dinilai merusak ketertiban dan berpotensi memicu keributan.
Informasinya, lanjut warga, penjual miras diduga sudah atensi ke Polsek hingga Polres. Mangkanya penjual bebas buka 24 jam hingga saat ini.
“Kami berharap APH Kabupaten Malang bertindak tegas. Rencananya kami (warga) akan bersurat ke Polda Jatim jika penjualan miras di kampung kami belum ada tindakan,” tegas warga yang mewanti wanti namanya tidak di mediakan.
Disisi lain, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Gunungrejo sudah mengetahui keberadaan penjual miras ini. Namun, pihak Pemdes sudah jenuh dikeranakan sudah sering memperingatkan penjual.
“Kami sudah sampaikan ke pihak terkait. Tapi untuk penindakan itu ranahnya kepolisian dan Satpol PP,” katanya singkat.
Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Singosari, Iptu Loto Condro Siswanto, S.H,. Saat dikonfirmasi media ini mengatakan, jika dirinya akan menidaklanjuti informasi tersebut.
“Waalaikum salam, makasih Mas Infonya, akan kami tindak lanjuti,” balasanya singkat.
Warga berharap aparat segera melakukan razia dan penutupan permanen terhadap lapak miras tersebut. Mereka khawatir jika dibiarkan, generasi muda di Kreweh, Desa Gunungrejo, akan semakin mudah terjerumus dan keamanan lingkungan semakin tidak kondusif.
Hingga berita ini ditayangkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutkan kepada pihak-pihak terkait. (Mal)














Tinggalkan Balasan