Baca Juga:
Geger Jelang Lebaran! Ratusan Buruh Geruduk Balai Desa Sambisirah Soal THR

PASURUAN, Pagiterkini.com – Tiga lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Aliansi Perbuat (Pergerakan Rakyat untuk Bumi yang Kuat) turun langsung ke lapangan menelusuri dugaan pembuangan limbah (B3) oleh PT Satoria di wilayah Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, pada Minggu (19/10/25).

Investigasi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap dugaan pelanggaran lingkungan yang dinilai kerap terjadi tanpa adanya penindakan tegas dari pihak berwenang.

Aliansi yang terdiri dari LSM Pus@ka, LSM P-MDM, dan Perkumpulan Cakra Berdaulat, mereka menilai bahwa praktik pembuangan limbah tanpa pengelolaan yang memadai telah menimbulkan kerusakan lingkungan dan merugikan warga sekitar. Mereka menyebut tindakan itu sebagai bentuk kelalaian dan arogansi perusahaan terhadap tanggung jawab sosial serta hukum.

Baca Juga :

Ketua Umum LSM P-MDM, Gus Ujay, pria berambut pirng ini, ia dengan nada keras menyuarakan kekecewaannya terhadap perilaku PT Satoria yang dinilai tidak kunjung berbenah.

“Kami sudah muak dengan kelakuan PT Satoria. Berkali-kali disuarakan, dilaporkan, bahkan diingatkan melalui aksi, tapi tidak ada perubahan. Warga terus jadi korban, dan ini jelas pelanggaran serius terhadap hak hidup mereka,” ujarnya.

Menurut Gus Ujay, investigasi lapangan ini bukan sekedar simbolik, melainkan langkah nyata untuk menekan Pemkab Pasuruan dan Pemprov Jawa Timur agar segera bertindak.

“Kami tidak akan tinggal diam. Pemerintah harus tegas menegakkan hukum. Bila tetap bungkam, kami siap turun dengan aksi besar yang tak akan mudah diabaikan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Cakra Berdaulat, Imam Rusdian, menegaskan bahwa apa yang dilakukan PT Satoria menunjukkan lemahnya pengawasan dari pemerintah. Ia mendesak agar ada audit lingkungan menyeluruh terhadap perusahaan tersebut.

“Kami menilai ini bukan sekadar kelalaian, tapi indikasi pelanggaran serius terhadap aturan pengelolaan limbah B3. Pemerintah jangan hanya diam atau berdalih menunggu laporan resmi. Warga sudah cukup lama menanggung dampaknya,” kata Imam Rusdian.

Pria brewok ini juga menambahkan, bahwa pihaknya bersama aliansi akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum dan pemulihan lingkungan yang terdampak.

Baca Juga:

“Kami akan pastikan kasus ini tidak berhenti di wacana. Jika pemerintah dan aparat tidak bertindak, kami akan bawa isu ini ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk ke kementerian terkait,” tegasnya.

Dalam investigasi tersebut, Gus Ujay didampingi Imam Rusdian serta perwakilan LSM Pus@ka. Ketiganya sepakat akan terus mengawal kasus dugaan pencemaran ini hingga tuntas, demi memastikan hak dan keselamatan warga Wonorejo terlindungi dari ancaman limbah beracun.

(mal/tim/kuh)