PASURUAN, Pagiterkini.Com – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di jalan kabupaten jurusan Dusun Sumbersuko–Dusun Terongdowo, Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Insiden tabrakan adu depan antara dua sepeda motor ini menewaskan satu orang pengendara di lokasi kejadian.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Tumini (54), warga Dusun Dinoyo, Kelurahan Sekarjoho, Kecamatan Prigen. Ia mengalami luka terbuka pada bagian kepala setelah sepeda motor Honda Supra bernopol S-6595-NH yang dikendarainya bertabrakan keras dengan sepeda motor Honda PCX bernopol N-5731-TDZ dari arah berlawanan.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan diduga kuat dipicu kelalaian pengendara Honda Supra yang berpindah jalur ke kanan tanpa memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan.
Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, SH menjelaskan, pengendara Honda Supra diduga berpindah jalur tanpa memastikan kondisi lalu lintas aman sehingga terjadi benturan dengan kendaraan dari arah berlawanan.
“Pengendara Honda Supra diduga berpindah jalur ke kanan tanpa memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan sehingga terjadi tabrakan dengan sepeda motor Honda PCX yang melaju dari arah utara ke selatan,” jelasnya.
Sepeda motor Honda Supra diketahui melaju dari arah selatan ke utara. Saat berada di lokasi kejadian, kendaraan tersebut berpindah jalur ke kanan dan langsung bertabrakan dengan sepeda motor Honda PCX yang dikendarai Rahsya Adly Airlangga (18), pelajar asal Desa Jerukpurut, Kecamatan Gempol.
Akibat benturan keras tersebut, Tumini meninggal dunia setelah mengalami luka berat di bagian kepala dan dievakuasi ke RS Bhayangkara Watukosek.
Sementara itu, pengendara Honda PCX Rahsya Adly Airlangga mengalami luka sobek pada pelipis mata kiri serta keluar darah dari telinga kanan dan menjalani perawatan di RS Abyakta Kepulungan dalam kondisi luka berat. Penumpangnya, Sayyid Maulana Ibrahim (16), mengalami luka dengan perdarahan dari hidung dan dirawat dalam kondisi luka ringan.
Lebih lanjut, Iptu Joko Suseno menambahkan, saat kejadian pengendara Honda Supra diketahui tidak menggunakan helm, yang diduga memperparah fatalitas luka yang dialami korban.
“Faktor utama kecelakaan diduga karena kurangnya kehati-hatian pengendara saat berpindah jalur. Sementara faktor kendaraan, kondisi jalan, maupun cuaca tidak berpengaruh terhadap kejadian tersebut,” tambahnya.
Akibat kecelakaan tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan pada bagian bodi depan dengan total kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp2 juta. (Red)



















Tinggalkan Balasan