PAGITERKINI.com, Pasuruan, Kepala Desa Tamansari, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Mustain Romli, akhirnya angkat bicara setelah dikonfirmasi berulang kali oleh Pagiterkini.com.
Terkait hilangnya sepeda motor Honda Vario milik Sa’dulloh, ia mengaku hanya menjalankan perintah dari korban. “Saya diperintah korban,” jawabnya singkat, Senin (18/05/2026).
Namun, ketika dimintai keterangan mengenai penggunaan mobil ambulans dan mobil siaga desa, serta dugaan persoalan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang kini menjadi perhatian publik, Mustain, memilih untuk tidak memberikan komentar.
Sementara itu, kesabaran warga Desa Tamansari sudah mulai habis. Dalam rembuk warga pada Minggu (17/5), masyarakat sepakat menyiapkan aksi protes terhadap kepemimpinan Mustain yang dinilai penuh persoalan.
Warga menilai pemerintah desa tidak lagi berpihak kepada kepentingan masyarakat. Berbagai persoalan pun mencuat, mulai dari hilangnya sepeda motor milik warga, polemik penggunaan mobil ambulans dan mobil siaga desa, hingga dugaan dana PBB yang tidak disetorkan, meskipun warga mengaku telah melunasi kewajibannya.
Kasus hilangnya motor Honda Vario milik Sa’dulloh turut menyeret nama perangkat desa Syaikulloh dan seorang pria berinisial AG. Dugaan adanya aliran uang melalui transfer membuat warga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
“Hukum jangan pura-pura buta jika yang terseret orang dalam desa,” tegas salah salah satu warga setempat.
Kemarahan warga semakin memuncak setelah sejumlah SPPT PBB mereka tercatat menunggak selama bertahun-tahun. Padahal, pembayaran rutin dilakukan melalui pemerintah desa. “Kalau rakyat sudah bayar tapi pajak tetap menunggak, lalu uangnya ke mana?” ujar warga.
Selain itu, pengelolaan ambulans dan mobil siaga desa juga dinilai tidak transparan. Warga menduga masih banyak persoalan lain yang belum terungkap. Warga mendesak Inspektorat, Kejaksaan, dan aparat penegak hukum segera turun tangan.
“Jabatan kepala desa bukan tameng kebal hukum. Jika bersih, buka semua. Jika bermasalah, proses tanpa kompromi,” tegas seorang tokoh masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, Camat Wonorejo masih belum memberikan tanggapan kepada Pagiterkini.com. (Mal)












Tinggalkan Balasan